Senyum merekah di wajah para petani Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah penantian panjang yang tak kunjung datang, perbaikan jalan usaha tani dan saluran irigasi yang rusak parah kini terjawab. Sebuah harapan hadirnya solusi akhirnya terwujud setelah TNI hadir melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128. Kehadiran TNI melakukan kemanunggalan bersama rakyat ini membuat petani kini bisa tersenyum senang.
Sekretaris Desa Paok Lombok, Muhammad Kancana, menyampaina, kehadiran TNI bagaikan oase di tengah tandusnya harapan. Sejak 2021, usulan pembangunan infrastruktur pertanian tersebut terus diajukan ke pemerintah daerah kabupaten, namun selalu kandas. “Keterbatasan” menjadi alasan yang kerap terucap.
“Setiap musim hujan, jalan ini tidak bisa dilewati petani. Kerusakannya parah,” tutur Kancana dengan nada haru.
Kondisi semakin pelik karena Dana Desa yang terbatas tak mampu membiayai proyek sepanjang 1,3 kilometer itu. “Kalau pakai dana desa, setahun tidak akan cukup. Apalagi di tengah keterbatasan seperti sekarang,” imbuhnya.
Petani Bersyukur, Produksi Sayuran Terselamatkan
Lalu Ramli, seorang petani Paok Lombok, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Selama bertahun-tahun, saluran irigasi yang mereka gunakan dalam kondisi memprihatinkan. Air banyak terbuang percuma, dan petani kesulitan melakukan pengairan.
“Penantian panjang kami kini terjawab. Program TMMD ini sangat tepat dan cepat memberikan solusi bagi rakyat,” ucap Ramli penuh haru.
Kondisi ini teramat krusial mengingat Desa Paok Lombok merupakan sentra produksi sayuran se-Kecamatan Suralaga. Bahkan, kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak dipasok dari lahan pertanian desa ini.
Dengan pembangunan saluran irigasi yang rampung, setidaknya 30 hektar lahan pertanian terselamatkan dari ancaman gagal produksi. Irigasi yang semakin baik diyakini akan meningkatkan hasil panen para petani.
TMMD: Percepatan di Tengah Keterbatasan
Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik, mengungkapkan, meskipun TMMD merupakan kegiatan rutin, kehadirannya sangat dinantikan oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, walaupun ini rutinitas, tetapi program TMMD ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” ujar Juaini usai bertindak sebagai inspektur apel TMMD, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, usulan pembangunan dari masyarakat kerap tak bisa diakomodir melalui dana desa. Gotong royong pun terkendala keterbatasan anggaran. Para kepala desa pun terus mengusulkan desanya menjadi lokasi TMMD.
“Kunci TMMD ini ada pada kata percepatan. Mungkin kalau tidak ada TMMD, 5 sampai 10 tahun lagi baru bisa direncanakan. Tapi karena TMMD ini adalah program integrasi dengan pendanaan dari daerah dan didukung Mabes TNI AD, maka kegiatannya bisa berjalan,” jelasnya.
Juaini memaparkan fakta menarik: pembangunan infrastruktur melalui Dinas Pekerjaan Umum biasanya memiliki perbandingan efisiensi minimal 30 persen, bahkan seringkali lebih dari 50 persen dibandingkan proyek konvensional.
“Mengapa? Karena tidak diproyekkan, sudah dikelola. Ukuran sukses TMMD bukan semata-mata dari integrasi pasukan TNI/Polri, tetapi banyaknya anggota masyarakat yang ikut gotong royong,” tambahnya.
Sentuh Isu Stunting hingga Narkoba
Dari sisi non-fisik, TMMD juga menyentuh isu-isu aktual seperti stunting, wawasan kebangsaan, bela negara, hingga pencegahan narkoba. Juaini menyoroti tingginya angka narkoba di Lombok Timur yang mencapai 30-40 persen kasus di lembaga pemasyarakatan.
“Kunci narkoba adalah pencegahan, bukan sekadar represif. Atas nama Pemda, kami apresiasi kepada Pak Dandim yang memilih isu non-fisik aktual seperti narkoba dan stunting,” ujarnya.
Sinergi TNI dan Rakyat
Komandan Kodim 1615 Lombok Timur, Letkol Inf. Eky Anderson, menegaskan, TMMD bertujuan mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat. Output yang diharapkan adalah percepatan pembangunan di wilayah yang terisolasi dan tertinggal.
“Pemberdayaan wilayah dengan masyarakat itu penting. Program non-fisik yang disampaikan Pak Sekda harus berdaya guna dan berdampak bagi Lombok Timur,” kata Letkol Eky.
Adapun sasaran fisik TMMD ke-101 meliputi pengerasan jalan usaha tani sepanjang 60 meter, pentalutan jalan usaha tani sepanjang 1.130 meter, pembuatan 4 unit sumur bor, 1 unit bak penampung air, 1 unit MCK, serta perbaikan 2 unit rumah tidak layak huni (RTLH).
Sementara sasaran non-fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, rekrutmen TNI, bahaya narkoba, penanggulangan bencana, cara hidup sehat, serta KB kesehatan.
“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemda Lombok Timur yang telah mendukung penuh, baik dari sisi anggaran, penyediaan tenaga, maupun hal lainnya. Sinergi antara Kodim dan pemerintah daerah adalah kunci utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” pungkas Letkol Eky.
Kini, di sela-sela hamparan sawah yang mulai menghijau, senyum para petani Paok Lombok kembali berseri. Enam tahun menanti, kehadiran TNI menjadi jawaban atas doa yang tak kunjung usai. (rus)

