BerandaNTBLOMBOK TIMURBupati Lotim Berikan Langsung Bantuan untuk 211 Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Bupati Lotim Berikan Langsung Bantuan untuk 211 Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 211 pedagang yang menjadi korban kebakaran di Pasar Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur (Lombok Timur) menerima bantuan tunai masing-masing sebesar Rp2 juta. Bantuan disalurkan melalui Program Pemberdayaan (Asnaf Miskin) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyerahkan bantuan secara langsung di Aula Kantor Camat Pringgabaya pada Selasa (5/5/2026). Bupati Iron, sapaan Bupati Lotim, menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung di lokasi sesaat setelah kebakaran terjadi.
Ia menjelaskan, saat musibah itu berlangsung, dirinya tengah berada di Jakarta untuk memperjuangkan nasib 176.000 warga Lombok Timur yang kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN yang dinonaktifkan.

“Sebagai pemerintah, kita ingin pasar segera normal kembali, tetapi tentu membutuhkan kesabaran. Kita harus melalui perencanaan, anggaran, hingga aturan-aturan yang harus dipatuhi,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mengembalikan fungsi pasar agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal. Namun, segala kebijakan harus menempuh prosedur yang berlaku.

Terkait bantuan Rp2 juta per orang, Bupati mengakui bahwa nominal tersebut mungkin tidak sebanding dengan kerugian material yang dialami para pedagang. “Mungkin uang Rp2 juta tidak ada artinya karena ibu-bapak adalah pengusaha besar. Tapi nilai silaturahmi ini yang penting. Kami tetap akan mengembalikan apa yang menjadi kebutuhan bapak-ibu di pasar itu, tapi mohon bersabar,” ungkapnya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur, H. Muhammad Kamli saat dikonfirmasi terpisah, menjelaskan jumlah penerima bantuan awalnya tercatat 164 pedagang berdasarkan data Dinas Perdagangan. Namun, setelah dilakukan validasi, jumlahnya bertambah menjadi 211 pedagang, termasuk penyewa tanah dan pemilik kios yang ikut terdampak.

“Bantuan ini diberikan berdasarkan kebijakan kompensasi melalui program Asnaf Miskin. Mereka yang tadinya berstatus muzaki (pemberi zakat), karena musibah ini jatuh miskin, sehingga berhak menjadi mustahik (penerima zakat),” jelas Kamli.

Ia menambahkan, dana bantuan berasal dari hasil pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, termasuk dari lingkungan pasar itu sendiri. Bantuan ini bersifat stimulus sementara untuk modal usaha kecil-kecilan, agar para pedagang tidak berdiam diri dan segera memulai kembali aktivitas ekonominya.

“Intinya bantuan stimulus ini untuk melangsungkan kehidupan dulu, supaya mereka tidak berdiam diri. Karena semua harta benda sudah habis, tentu mereka butuh aktivitas,” tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurrahman, mengonfirmasi, pihaknya telah melakukan verifikasi terhadap pedagang korban kebakaran. Data berkembang karena tidak hanya pemilik lapak, tetapi juga penyewa tanah dan kios yang terdampak ikut diakomodir.

“Kami menerima masukan dari mereka yang juga merasa terdampak, sehingga kami akomodir dengan jumlah bantuan yang sama. Ini adalah bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban,” ujar Hadi.

Bantuan tersebut langsung dicairkan setelah dijanjikan Bupati. Hadarannya bantuan ini bisa meringankan beban para korban kebakaran. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO