BerandaNTBLOMBOK TIMURBahu Jalan Hotmix Belum Rampung, Warga Pringgabaya Keluhkan Tingginya Risiko Kecelakaan

Bahu Jalan Hotmix Belum Rampung, Warga Pringgabaya Keluhkan Tingginya Risiko Kecelakaan

Selong (Suara NTB) – Pembangunan jalan hotmix di sejumlah ruas di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih menyisakan persoalan. Warga mengeluhkan belum dibangunnya bahu jalan sehingga pinggir jalan menjadi lebih tinggi dari permukaan tanah sekitarnya. Kondisi ini dinilai berbahaya dan diduga menjadi penyebab sering terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Seperti yang diungkapkan warga Pringgabaya yang menyebut banyak terjadi kecelakaan. Salah seorang warga mengaku pernah jatuh di ruas tersebut karena perbedaan tinggi yang ekstrem antara badan jalan dengan bahu atau parit di pinggirnya.

“Saya kemarin pernah jatuh di sini, karena terlalu dalam. Sudah tiga orang yang jatuh di sini. Saya mau naik, tanjakannya terlalu tinggi,” keluh warga tersebut.

Ia juga mempertanyakan mengapa perbaikan jalan belum kunjung tuntas. “Ini cuman takut kita. Kalau dikasih beton (trotoar) biar tidak rusak jalannya. Soalnya di sini sangat tinggi, paritnya dalam sekali,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim, Achmad Dewanto Hadi, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2026) menyatakan, pihaknya sudah mendengar dan merespons aspirasi warga.

Pembangunan bahu jalan itu katanya satu paket dengan badan jalan. Hanya saja mengingat banyaknya ruas jalan dibangun sehingga menunggu antrean.

Dewanto menjelaskan bahwa proyek pembangunan jalan ini merupakan penganggaran tahun jamak (multi years) yang direncanakan selesai pada November 2026. Progres pekerjaan saat ini mencapai sekitar 36,7 persen dari seluruh kegiatan yang direncanakan.

“Dari total 165 kilometer, sekitar 45-50 kilometer sudah kami aspal permukaannya. Lebar bahu jalan yang akan dibangun sekitar 60-70 sentimeter untuk sisi kiri dan kanan sepanjang ruas yang kami perbaiki,” jelasnya.

Kendala Antrean

Pembangunan bahu jalan menggunakan beton readymix dari pabrikan. Namun, saat ini Dinas PUPR Lotim masih mengantre giliran pasokan readymix karena memasuki triwulan kedua di mana banyak proyek lain juga membutuhkan material serupa.

“Kami menunggu giliran untuk mendapatkan readymix yang siap ditempatkan di bahu-bahu jalan yang sudah diaspal. Secara bertahap sudah mulai kami kerjakan di beberapa ruas,” kata Dewanto.
Ia menegaskan, pembangunan bahu jalan beton sangat penting untuk mengantisipasi bahaya akibat ketinggian aspal yang lebih tinggi dari permukaan tanah sebelumnya.

“Itu yang kami antisipasi dengan membuat bahu jalan beton. Mudah-mudahan selesai sebelum kontrak berakhir pada November 2026, meski bertahap karena keterbatasan alokasi readymix,” pungkasnya. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO