Mataram (Suara NTB) – Enam dari sembilan kelas yang ada di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 18 Mataram dibiarkan kosong. Kekosongan ini merupakan imbas dari penurunan jumlah siswa baru di sekolah tersebut.
Waka SMPN 18 Mataram, Adi Sanjaya mengatakan, dari sembilan kelas yang tersedia di sekolahnya, hanya tiga kelas yang terisi. Sementara, enam sisanya kosong tidak ada siswa.
“Enam kelas yang masih kosong,” ujarnya, kepada Suara NTB, Rabu, 6 Mei 2026.
Adi mengungkapkan, setiap tahun pada saat sistem penerimaan murid baru (SPMB), sekolah selalu menargetkan dua kelas atau setara dengan sekitar 64 siswa bisa terisi. Namun, kenyataan di lapangan menunjukan hal yang berbeda. Target tersebut tidak pernah terpenuhi.
“Target 64 siswa setiap tahun, tapi tidak pernah terpenuhi,” tuturnya.
Alih-alih terpenuhi, sekolah lebih sering mendapat siswa jauh dari target yang disiapkan. Misalnya, pada SPMB tahun lalu, SMPN 18 Mataram hanya mampu mendapatkan 12 siswa dari target 60 orang lebih.
“Kalau dulu memang kita tidak pernah targetkan berapa. Kita sesuai kuota yang ada di Juknis yakni dua kelas itu 64 siswa. Nah, itu sebenarnya kita berusaha bagaimana bisa terpenuhi yang 64 itu, tapi kan kita lihat kondisi kembali. Kita hanya menerima sekitar 12 orang saja setiap tahunnya,” ungkap Adi.
Ia mengakui bahwa beberapa tahun terakhir, terjadi tren penurunan jumlah siswa baru di sekolahnya. Bahkan, sekolah pernah menerima siswa kurang dari 12 siswa pada 2024. “Ada penurunan, tapi mudah-mudahan dengan kita berusaha seperti ini bisa mengembalikan normal kembali,” harapnya.
Adapun pada SPMB 2026 ini, SMPN 18 Mataram menargetkan mampu mendapatkan siswa sebanyak 15 orang. Jumlah tersebut ditargetkan berdasarkan jumlah siswa yang lulus di tahun yang sama.
Beragam ikhtiar telah dilakukan sekolah untuk menggaet siswa, untuk bisa bersekolah di SMPN 18 Mataram,mulai dari promosi, sosialisasi, hingga pemberian seragam sekolah gratis kepada mereka yang mau belajar di sekolah tersebut.
Adi berharap, dengan ikhtiar yang diinisiasi oleh guru dan tenaga pendidik di sekolah dapat menunjang jumlah siswa di SMPN 18 Mataram ke depannya.
“Harapannya dengan usaha seperti ini supaya orang tua juga (tertarik), karena tidak mungkin hanya kemauan dari kita saja. Walaupun kita memberikan segala macam dari sekolah, tapi kalau tidak ada dukungan dari masyarakat, tidak bisa juga. Makanya kita terus berusaha dan tetap optimis,” pungkasnya. (sib)

