Praya (Suara NTB) – Tidak kurang dari seratusan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di wilayah Praya, Lombok Tengah (Loteng) mendapat pelatihan khusus pemasaran produk secara digital atau online. Pelatihan yang difasilitasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut fokus pada pengembangkan keterampilan penjualan melalui media sosial (medsos). Dengan pemanfaatan platform digital yang ada pelaku IKM bisa mampu memperluas pasar dari produk yang dihasilkannya.
Ke depan, pasar produk IKM tersebut tidak hanya di dalam daerah saja. Namun, juga bisa menembus pasar luar daerah bahkan internasional. “Tidak hanya itu, melalui pelatihan ini selain diharapkan bisa mendukung perluasan pasar dari produk IKM yang ada sekaligus peningkatan kualitas produknya,” sebut Lurah Praya, Rudi Hadisuwarno, Jumat (8/5).
Saat ini cukup banyak pelaku IKM di wilayah Praya. Hanya saja, pasar dari produk yang ada lebih banyak di dalam daerah. Belum banyak yang bisa hingga luar daerah untuk pemasarannya. Namun, dengan adanya pelatihan atau bimbingan teknis tersebut, produk dari IKM yang ada bisa semakin luas cakupan pemasarannya.
Di era digital sekarang ini, pemanfaatnya teknologi digital memainkan peran penting dalam mendukung perluasan pasar dari produk IKM. Persoalannya, tidak semua pelaku IKM memiliki pengetahun dan pemahaman yang memadai dalam pemanfaatn teknologi digital. Khususnya dalam pemasaran produk.
“Dengan dengan program ini akan sangat membantu para IKM di Kelurahan Praya, khususnya. Dalam upaya peningkaan kualitas produk maupuan penjualannya,” sebutnya.
Dalam pelatihan tersebut, para pelaku IKM diberikan pengetahuan dan pemahaman dalam pengembangan serta keterampilan pejualan produk secara online. Dengan memanfaatkan berbagai platform digital yang ada saat ini. Mulai dari seperti Facebook, Shopee hingga TikTok.
“Pemanfatkan platform digital diharapkan mampu memperluas pasar dari produk IKM hingga ke luar daerah bahkan luar pulau,” tegas Rudi seraya berharap BRIN bisa terus memberikan pendampingan kepada para pelaku IKM yang ada. Hal ini agar kapasitas serta pengembangan inovasi usaha dari IKM yang ada bisa terus meningkat. Pada akhirnya bisa mendukung peningkatan taraf ekonomi para pelaku IKM itu sendiri. (kir)

