Praya (Suara NTB) – Sikap Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal yang menolak rencana pembangunan kereta gantung di jalur pendakian Gunung Rinjani mendapar respons positif dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Menurut Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.,M.Si., sikap tersebut pastinya sudah melalui kajian matang. Dengan mempertimbangkan dampak positif dan negatif dari rencana pembangunan yang ada.
“Kita hormati sikap dan keputusan itu (menolak pembangunan kereta gantung). Semua pastinya sudah melalui kajian yang matang,” tegas Wabup Loteng Dr. H. M. Nursiah, S.Sos.,M.Si., kepada awak media saat ditemui di Gedung DPRD Loteng, Senin (11/5/2026).
Menurut Wabup, kajian itu terkait aspek budaya maupun pelestarian lingkungan. Pemprov NTB pastinya juga sudah komunikasi dengan pihak-pihak terkait lainya sampai mengambil keputusan untuk menolak rencana pembangunan kereta gantung tersebut. Apalagi, sejak rencana pembangunan kereta gantung mencuat memang muncul pro kontra di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Ketua DPD II Partai Golkar Loteng ini menambahkan, keputusan soal jadi tidaknya pembangunan kereta gantung itu juga menjadi kewenangan pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat. Artinya, selama keputusan tersebut masih berada di dalam kewenganan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten tentu tidak bisa intervensi.
Walaupun mungkin pemerintah kabupaten memiliki kajian tersendiri terkait rencana pembangunan kereta gantung tersebut. “Selama keputusan itu masih menjadi ranah kewenangan pemerintah provinsi, kita hormati,” tegasnya.
Di satu sisi, keputusan itu memang bakal menghilangkan dampak ekonomi dan pariwisata dari keberadaan kereta gantung tersebut. Namun, dalam pembangunan tidak melulu mempertimbangkan aspek dampak ekonominya. Ada dampak-dampak lainnya yang juga menjadi pertimbangan untuk memutuskan kebijakan pembangunan.
“Jadi kalau bicara feasibility study (FS) itukan luas. Dalam hal ini bukan hanya soal ekonomi. Tetapi banyak aspek lainnya,” tandas mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng ini. (kir)

