BerandaNTBKOTA MATARAMMataram Ajukan Sapi Limosin di Atas 500 Kilogram untuk Bantuan Kurban Presiden

Mataram Ajukan Sapi Limosin di Atas 500 Kilogram untuk Bantuan Kurban Presiden

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram kembali mengusulkan bantuan sapi kurban kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Bantuan sapi kurban tersebut nantinya direncanakan disalurkan kepada masyarakat melalui masjid penerima yang telah dipersiapkan pemerintah daerah.

Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, mengatakan usulan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat permintaan dari Sekretariat Negara Republik Indonesia kepada pemerintah daerah terkait calon penerima bantuan sapi kurban presiden.

Menurutnya, Pemerintah Kota Mataram telah mengajukan sapi dengan spesifikasi khusus sebagaimana yang biasa diberikan Presiden pada tahun-tahun sebelumnya. Sapi yang diusulkan merupakan jenis limosin dengan bobot di atas 500 kilogram.

“Sebagaimana biasanya, kami juga mengusulkan sapi yang tergolong limosin dengan berat di atas 500 kilogram,” ujarnya, Selasa (12/5).

Martawang menjelaskan, pengusulan sapi kurban presiden tidak hanya mempertimbangkan bobot hewan, tetapi juga kondisi kesehatan ternak yang harus memenuhi standar kesehatan hewan kurban. Karena itu, proses pengadaan dilakukan secara selektif dan melibatkan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Ia mengatakan, saat ini proses pengadaan masih berjalan melalui koordinasi dengan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB dan Sekretariat Negara. Pemerintah daerah juga menunggu hasil verifikasi terhadap sapi yang telah diusulkan.

Menurut dia, bantuan sapi kurban presiden setiap tahun selalu menjadi perhatian masyarakat karena selain memiliki ukuran besar, penyalurannya juga dianggap sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat kepada masyarakat di daerah.

Terkait lokasi penyaluran, Martawang menyebut pemerintah kota telah menyiapkan satu masjid yang direncanakan menjadi penerima bantuan sapi kurban tersebut. Namun, identitas masjid penerima masih dirahasiakan hingga seluruh proses administrasi dan persetujuan dari pemerintah pusat selesai.

“Kami sudah menyiapkan rencana masjid yang akan menerima,” katanya.

Mantan Kepala Bappeda Kota Mataram itu menilai belum etis menyampaikan nama masjid penerima pada tahap sekarang karena proses pengadaan sapi masih berlangsung sesuai usulan yang telah diajukan pemerintah daerah.

Selain itu, kata dia, keputusan akhir terkait lokasi penyaluran tetap menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah memilih menunggu proses administrasi rampung sebelum mengumumkan secara resmi kepada publik.

Martawang menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sapi bantuan presiden umumnya dibeli dari peternak lokal di daerah setempat. Kebijakan tersebut dinilai mampu membantu meningkatkan pendapatan peternak lokal sekaligus mendorong sektor peternakan daerah.

“Prinsipnya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sapi diambil dari peternak lokal,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO