Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa memprioritaskan pengangkatan dokter pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2026. Pasalnya, jumlah dokter di fasilitas kesehatan dinilai masih minim.
“Saat ini jumlah tenaga dokter kita di puskesmas baru 58 orang yang terdiri dari tenaga PNS, PPPK, kontrak, dan dokter nusantara sehat yang merupakan perbantuan dari pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarif Hidayat.
Berdasarkan panduan dari BPJS Kesehatan, untuk satu dokter minimal melayani 5.000 penduduk. Tentu standar tersebut dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Sumbawa mencapai 536,6 ribu jiwa maka minimal satu puskesmas miliki dua dokter.
Pemerintah pun terus melakukan pemetaan terhadap tenaga dokter tersebut. Hal ini dilakukan agar jangan sampai beberapa tahun kedepan masih ada satu dokter yang harus melayani satu kecamatan, sehingga pelayanan yang diberikan tidak maksimal.
“Dokter juga memiliki kebutuhan lain sehingga harus ada pengganti di masing-masing Puskesmas. Kami juga masih melakukan pemetaan untuk memastikan pelayanan tidak terganggu,” ucapnya.
Berdasarkan data Kabupaten Sumbawa membutuhkan sekitar 107 orang dokter. Hal ini mengacu pada rasio BPJS kesehatan. Sementara, jika menggunakan standar Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO satu orang dokter melayani 1.000 penduduk, maka kebutuhan tenaga dokter sekitar 500 orang. Hal itu dinilai masih sangat jauh dari yang tersedia saat ini.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa,juga sudah membuka untuk program pemberian beasiswa bagi masyarakat Sumbawa di Fakultas Kedokteran Unram. Hal itu sebagai wujud komitmen pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan terutama di daerah terpencil.
“Mahasiswa kedokteran ini ketika lulus menjadi dokter ini nantinya akan kita tempatkan di wilayah yang sulit dalam rangka mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memenuhi kuota dokter yang kita butuhkan,” jelasnya. (ils)

