Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa bersama konservasi Indonesia tengah menyusun kawasan konservasi berbasis spesies khususnya hiu paus. Tujuannya untuk memastikan kelangsungan ekosistem bagi ikan terbesar di dunia di Perairan Labuhan Jambu.
“Sekarang ini sedang tahap akhir penyusunan kawasan konservasi berbasis spesies termasuk membuat deliniasi dan sosialisasi ke masyarakat di kawasan ekosistem hiu paus tersebut,” kata Kepala Bapperida Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo kepada Suara NTB, Senin (18/5).
Dedy melanjutkan, berdasarkan hasil rapat terakhir rancanangan penyusunan kawasan deliniasi sudah diserahkan ke Gubernur NTB. Sementara penetapan kawasan tersebut nantinya akan dilakukan oleh kementerian untuk memastikan tidak terjadi gangguan ekosistem hiu paus.
Tentu yang menjadi titik tekan penyusunan kawasan konservasi ini lanjut Dedy, untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem tersebut. Pemrintah tidak hanya akan melarang, melainkan ada alternatif lain bagi masyarakat yang memiliki mata pencaharian di sekitar wilayah konservasi.
“Kita tidak akan tutup mati aktivitas masyarakat di kawasan melainkan ada alternatif lain karena hal ini akan bersinggungan dengan sumber pendapatan penghasilan masyarakat setempat,” ujarnya.
Dedy menambahkan,pengintegrasian kawasan dilakukan pemerintah supaya pengembangan yang dilakukan bisa berjalan bersamaan dan tidak boleh secara parsial. Bahkan eksploitasi terutama hiu paus yang dilakukan di kawasan tersebut harus diimbangi dengan konservasi.
Penyusunan rancangan kawasan konservasi berbasis spesies ini menjadi landasan utama untuk menjaga ekosistem hiu paus agar pengelolaan kawasan berjalan sinergis dan tidak menimbulkan konflik. Sehingga pengembangan ekonomi di sekitar lokasi tersebut bisa tumbuh secara bersamaan.
“Kami berharap dengan tersusunnya kawasan konservasi ini, keberadaan hiu paus akan semakin terjaga dengan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata bisa terus meningkat,” tukasnya. (ils)

