Praya (Suara NTB) – Jelang Iduladha tahun 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memastikan stok hewan kurban di Loteng dalam kondisi aman. Karena itu, Loteng sebenarnya tidak membutuhkan suplai hewan kurban dari luar.
Demikian ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Loteng Zaenal Arifin, S.P., kepada awak media saat ditemui disela-sela kegiatan rapat paripurna DPRD Loteng di kantor DPRD Loteng, Senin (18/5/2026).
“Secara umum total populasi ternak kita sekitar 157 ribu ekor. Jadi sangat aman dari sisi ketersediaan untuk kebutuhan hewan kurban,” sebutnya.
Hanya saja, memang ada pola yang unik di Loteng. Di mana ternak-ternak yang dipotong kebanyakan ternak yang didatangkan dari luar Loteng. Terutama dari Pulau Sumbawa. Sementara yang ternak lokal jumlah yang dipotong tidak terlalu banyak.
Dengan begitu, upaya pengawasan lalu lintas ternak jelang Iduladha seperti sekarang ini lebih diperkuat. Ini untuk mengantisipasi adanya ternak yang tidak sehat maupun potensi penyebaran penyakit ternak yang bisa mengancam kesehatan hewan ternak lokal Loteng.
“Kita punya petugas medis untuk hewan ternak itu disemua kecamatan. Merekalah yang setiap saat mengawasi keberadaan hewan ternak milik masyarakat,” sebutnya.
Disinggung jumlah hewan ternak asal Loteng yang dikirim ke luar Loteng, Zainal mengatakan secara data belum bisa dipastikan sejauh ini. Pihaknya biasanya mendapat data dari provinsi soal jumlah ternak Loteng yang dipotong atau dikirim ke luar. “Soal itu (data hewan ternak yang dikirim ke luar Loteng maupun yang dipotong) biasanya kita dapat datanya dari provinsi. Kalau laporan ke kami belum ada,” ujarnya.
Namun ia memastikan kalau ada hewan ternak asal Loteng yang dikirim ke luar semua dalam kondisi aman dari sisi kesehatan. Pasalnya, sampai sejauh ini belum ada laporan soal hewan ternak di Loteng yang terjangkit penyakit hewan. Terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun antraks.
Meski demikian pihaknya tetap waspada untuk memastikan hewan-hewan ternak di daerah ini tetap terbebas dari penyakit hewan. Apalagi menjelang Iduladha seperti sekarang ini, lalu lintas hewan ternak meningkat dari biasanya. (kir)

