Mataram (Suara NTB) – Capaian keseluruhan rapor SMP Negeri 16 Mataram menunjukkan hasil yang cukup baik. Namun, pada aspek numerasi masih dalam kategori sedang atau kuning. Kondisi ini menjadi atensi untuk terus menggenjot nilai rapor melalui pembelajaran dan pendampingan siswa secara intens.
Kepala SMPN 16 Mataram, Burhanuddin mengatakan, capaian seluruh aspek dalam rapor sekolah sudah dalam posisi yang baik. Akan tetapi, pada aspek numerasi masih menjadi catatan.
Kondisi numerasi yang masih kuning tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah persoalan. Salah satunya, kondisi sejumlah siswa yang masih belum memahami dasar numerasi seperti pembagian dan perkalian.
“Kalau di SMP 16 Mataram, kami salah satu sekolah dari delapan sekolah yang label capaiannya baik. Kalau literasi baik, kalau numerasinya kami sedang,” ujarnya.
Dari hasil pemetaan pada 2024, dari 80 siswa kelas VII, terdapat 76 orang belum menguasai pembagian dan 68 di antaranya belum bisa perkalian.
Sekolah terus melakukan berbagai upaya untuk menangani siswa-siswi yang masih belum mumpuni pada numerasi dasar tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan penguatan matematika dasar.
“Hasil pemetaan itu yang kami benahi ini anak-anak. Jadi, minggu-minggu pertama di bulan itu anak-anak ini kami untuk menangani ini, dia diperkenalkan pembagian, perkalian, itu untuk matematika,” ujarnya.
Selain melalui pembelajaran di dalam kelas, sekolah juga mengupayakan pendekatan alternatif dengan mendampingi siswa-siswa yang kemampuan matematikanya masih lemah.
“kalau ini masih ke pendampingan personal. Jadi anak-anak yang teridentifikasi itu kami minta ke guru-gurunya untuk didampingi secara individu. Dilihat perubahan dan capaiannya,” jelas Burhanuddin.
Ia menjelaskan, berbagai tersebut saat ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Pada 2025, skor numerasi SMPN mencapai 7,3 persen (sedang). Berbanding jauh dengan kondisi pada 2024 yakni sekitar 2,6 persen.
“Kami benahi terus. Alhamdulillah. Jadi kami titip ke guru-guru matematika untuk anak-anak ini selain dari (kelas), tetap diperhatikan. Bila perlu ditangani khusus,” tegasnya.
Ia berharap, hasil TKA-AN pada 2026 bisa menunjukkan hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya. “Harapannya ada peningkatan, ada harapan. Nanti ya mungkin hasil 2026 ini keluar akhir tahun inilah,” pungkasnya. (sib)


