BerandaNTBSUMBAWATiga Unit Huntara Ditempati Korban Terdampak Kebakaran

Tiga Unit Huntara Ditempati Korban Terdampak Kebakaran

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sebanyak tiga unit Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas mulai ditempati. Bangunan rumah memiliki panjang 6 meter dan lebar 4 meter selesai dibangun oleh pemerintah.

“Yang sudah ditempati ada tiga, pembangunan pondasi sudah semuanya (30 unit) terbangun, 8 unit tahap penyelesaian pemasangan dinding dan kamar mandi. Dua minggu ke depan sekitar 12 unit sudah bisa ditempati,” kata Camat Alas Usman, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (20/5).

Ia melanjutkan, pemerintah menargetkan pembangunan terhadap 30 unit Huntara tersebut, tuntas di akhir bulan Juni mendatang. Karena tidak hanya pembangunan rumahnya saja, melainkan akan ada juga pembangunan faslitas sumur bor dan fasilitas air bersih.

Sementara untuk pembangunan hunian tetap sesuai arahan yang disampaikan Wamen Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) H. Fahri Hamzah, masih dalam usulan. Hal itu berproses karena perlu dilakukan sinkronisasi dan koordinasi lintas kementerian.

“Pak Wamen sudah berjanji dan tetap mempertahankan komitmen untuk dibangunkan huntap. Namun, situasi kondisi sistem dan prosedur penganggaran tidak memungkinkan untuk bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepastian untuk pembangunan Huntap ini belum ada informasi lebih lanjut, karena harus ada komunikasi lintas kementerian. Tetapi komitmen dari Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman tetap diusahakan untuk pembangunan Huntap bagi korban kebakaran Kalimango.

“Karena prosedur untuk huntap bagi korban bencana alam memang agak rumit dan dihadapkan dengan keterbatasan anggaran. Apalagi dari sekian bencana alam yang terjadi di indonesia termasuk longsor dan banjir di Aceh sampai saat ini belum bisa direalisasikan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, huntara yang dibangun tersebut memiliki panjang 6 meter dan lebar 4 meter. Rumah tersebut nantinya bisa digunakan oleh masyarakat sebagai dapur ketika hunian tetapnya tuntas dibangun pemerintah yang ditargetkan akan dilakukan bulan November mendatang.

“Huntara ini bisa dijadikan dapur dan bisa dibongkar ketika tidak dibutuhkan lagi. Karena pada prinsipnya Huntara ini dibangun pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang masih menumpang dirumah keluarga,” ucapnya.

Pembangunan huntara ini dilakukan pemerintah sebagai bentuk pelayanan negara kepada masyarakat sembari menunggu pembangunan Huntap. Apalagi pembangunan Huntara ini paling cepat untuk dilaksanakan pasca kejadian kebakaran.

“Huntara paling cepat kita eksekusi pembangunannya. Kalau Huntap kan ada prosedur administrasi yang cukup panjang, seperti berkaitan aset, siapa yang berhak jadi lebih lama kita tangani padahal korban sangat membutuhkan,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO