BerandaNTBPolisi Periksa Mantan Pacar Mahasiswi Unram yang Ditemukan Meninggal di Gomong

Polisi Periksa Mantan Pacar Mahasiswi Unram yang Ditemukan Meninggal di Gomong

 

Mataram (Suara NTB) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram masih menggencarkan penyelidikan pada kasus meninggalnya mahasiswi Universitas Mataram (Unram) berinisial NDR di kamar kos di wilayah Gomong Sakura, Kota Mataram, Senin (18/5/2026) lalu.

Kepala Satreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, Senin (25/5/2026) mengatakan, total ada 14 orang yang telah diperiksa penyelidik terkait kasus ini. “Hari ini ada dua saksi yang kami periksa hari ini. Dari rekan korban dan juga mantan pacar korban,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pihaknya masih akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi. “Kami masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan bukti-bukti lainnya,” tambahnya.

Pihaknya saat ini juga masih berkoordinasi dengan dokter forensik untuk hasil autopsi korban.

Lebih lanjut, polisi kini juga telah mengirimkan sampel bukti ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. “Kami masih menunggu hasil uji lab dari Puslabfor,” tambahnya.

Dharma mengaku bahwa saat ini pihak kepolisian masih belum dapat membeberkan siapa terduga pelaku dalam meninggalnya mahasiswi Universitas Mataram. Yang jelas, dia menegaskan ada tindak pidana dalam peristiwa tersebut. “Kami masih melakukan pendalaman. Kami mengharapkan cepat selesai,” tandasnya.

Sebagai informasi, perempuan berinisial NDR (21) asal Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa itu pertama kali ditemukan tak bernyawa oleh sepupunya yang merasa curiga karena tidak bisa menghubungi korban sejak beberapa hari.

Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, korban sempat menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp pada 16 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Namun, saat itu saksi masih berada di Jakarta dalam perjalanan menuju Lombok.

Setelah tiba di Lombok pada 17 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 Wita, saksi mencoba kembali menghubungi korban, tetapi handphone korban sudah tidak aktif. Sekitar pukul 21.00 Wita, saksi bersama sepupunya mendatangi kamar kos korban.

Saat tiba di lokasi, kamar korban dalam keadaan gelap. Saksi beberapa kali mengetuk pintu namun tidak ada respons. Karena sepeda motor korban juga tidak terlihat, saksi sempat mengira korban sedang keluar.

Karena merasa curiga, saksi kemudian kembali bersama beberapa rekannya untuk memastikan kondisi korban. Saat mengintip melalui ventilasi kamar menggunakan senter, mereka melihat korban dalam posisi terlentang dan mencium bau tidak sedap dari dalam kamar.

Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kepala lingkungan setempat yang selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Selaparang bersama Unit Identifikasi Polresta Mataram langsung melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ini, jenazah korban telah dipulangkan kepada pihak keluarga di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Pemulangan jenazah setelah proses autopsi selesai dilakukan. (mit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO