BerandaHEADLINEKorban Rugi Rp950 Juta, BGN bersama Polda NTB Usut Penipuan Dapur MBG

Korban Rugi Rp950 Juta, BGN bersama Polda NTB Usut Penipuan Dapur MBG

Mataram (Suara NTB) – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Polda NTB, mengungkap kasus dugaan penipuan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur. Nilai kerugian dalam perkara tersebut mencapai Rp950 juta.

Kepala Polres Lotim, AKBP I Komang Sarjana dalam konferensi pers di Polda NTB, Jumat (29/5/2026) mengatakan, pihaknya kini telah menaikkan status penanganan kasus tersebut ke tahap penyidikan.

“Pada 29 Mei 2026 kami terbitkan surat sidik dengan terduga pelaku berinisial S,” sebutnya.

Hadir dalam konferensi pers tersebut Wakil Kepala BGN Irjen Pol. (P) Sony Sanjaya, S.I.K., Sesdep Prokma BGN Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M., Plt Irwasda Polda NTB Kombes Pol. Sigit Hariwibowo, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., dan Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana, S.I.K., S.H.

Terduga pelaku, lanjutnya diduga menjanjikan pembukaan titik SPPG untuk dapur MBG. “Dapur itu dijanjikan siap beroperasional, untuk bangunannya sudah ada tapi operasional belum berjalan,” bebernya.

Atas dugaan penipuan yang dilakukan S, korban mengalami kerugian hingga Rp950 juta. Polisi kini belum menetapkan S sebagai tersangka.

Komang Sarjana menegaskan akan menangani perkara ini hingga tuntas. Polres Lombok Timur kini menangani perkara ini dengan merujuk pasal penipuan dan penggelapan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengatakan, proses pengajuan titik SPPG dilakukan sepenuhnya secara daring dan tidak dipungut biaya. Dalam mekanisme resmi, pengajuan dilakukan melalui sistem online, kemudian diverifikasi administrasi oleh panitia pusat dan dilanjutkan survei lapangan oleh petugas.

Ia menyebut bahwa perkara penipuan titik SPPG ini tidak hanya terjadi di Lombok Timur. Begitu juga di Polda Jawa Barat kini tengah menangani kasus serupa dan telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. “Di tempat lain juga ada, 20 orang telah menjadi korban penipuan,” terangnya.

Modus penipuan rata-rata sama, kata dia. Para terduga pelaku mengaku mengenal pejabat BGN. Mereka juga mengaku memiliki hubungan keluarga dengan pejabat BGN dengan bermodalkan foto. “Tapi alhamdulillah, sejauh ini kami belum menemukan keterlibatan pejabat BGN dalam perkara ini,” tegasnya.

Sony meminta masyarakat berhati-hati terhadap oknum yang menawarkan jasa pengurusan titik SPPG dengan meminta bayaran ataupun menjanjikan percepatan proses melalui jalur khusus. Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban agar segera melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian apabila terdapat dugaan tindak pidana.

Data penyidik menyebut pelapor Husna Mauladat Mariam, menyerahkan uang Rp950 juta kepada terlapor inisial S dan seorang kontraktor inisial HP. Dana tersebut akan dipakai untuk pembangunan dapur MBG di wilayah Masbagik Selatan, Lombok Timur.

Bangunan dapur kini sudah berdiri, namun penyelesaian pembangunan dilakukan pihak korban. Hingga saat ini dapur tersebut belum memperoleh titik koordinat resmi dari BGN, sehingga belum bisa beroperasi.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid menegaskan, perkara tersebut kini masuk tahap penyidikan, dengan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sesuai KUHP terbaru. (mit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO