Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) melakukan eksekusi pembongkaran terhadap tiga unit bangunan dan satu talud yang berada di salah satu resor kawasan Pantai Pengantap, Dusun Pengantap, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Minggu (31/5/2026).
Pembongkaran dilakukan menggunakan alat berat sebagai tindak lanjut atas dugaan pelanggaran ketentuan perizinan, khususnya terkait pembangunan yang melewati batas sempadan pantai. Proses eksekusi berlangsung lancar tanpa adanya penolakan dari pihak pengelola resor. Sebelum eksekusi, Pemkab telah melayangkan teguran hingga mediasi dengan pihak pengelola resor.
Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat, Lalu Ratnawi, menjelaskan, tindakan pembongkaran tersebut merupakan bagian dari penegakan aturan dan standar operasional prosedur (SOP) perizinan yang berlaku.
“Lokasi ini sebelumnya telah menerima tiga kali surat teguran dan melalui beberapa tahapan mediasi. Dari hasil mediasi tersebut, Pemerintah Daerah bersama pihak pengelola resor telah mencapai kesepakatan untuk melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang melanggar ketentuan,” ujarnya.
Menurut Ratnawi, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi perizinan sekaligus memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi pengelola resor. Selain itu, pembongkaran juga bertujuan mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh abrasi pantai terhadap bangunan yang berada terlalu dekat dengan garis pantai.
Pada kesempatan yang sama, pihak pengelola resor, Jamie McIntyre, menyampaikan apresiasinya terhadap proses yang telah dilakukan bersama pemerintah daerah. “Kami sangat senang melihat kemajuan yang akan segera dimulai di kawasan destinasi wisata. Ini adalah bagian dunia yang sangat indah dan kami berharap dapat menciptakan sesuatu yang menjadi kebanggaan masyarakat Lombok,” ungkapnya.
Ia menilai Lombok memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata internasional yang terus berkembang. Menurutnya, semakin banyak wisatawan dari berbagai negara mencari alternatif destinasi selain Bali, dan Lombok menawarkan daya tarik yang sangat kuat melalui keindahan pantainya, ombak kelas dunia untuk berselancar, serta kekayaan budaya yang dimiliki.
“Lombok juga dikenal karena masyarakatnya yang ramah dan gaya hidup yang hangat. Banyak wisatawan dari Australia, Eropa, dan berbagai negara lainnya datang untuk menikmati keindahan alam, mempelajari budaya lokal, serta merasakan ketenangan yang ditawarkan pulau ini,” katanya.
Jamie menegaskan komitmen manajemen baru untuk bekerja sama dengan pemerintah dan memastikan seluruh proses pembangunan ke depan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Kami berkomitmen menjalankan pembangunan secara bertanggung jawab dan memastikan seluruh proses konstruksi mematuhi regulasi pemerintah. Kami juga berharap dapat terus meningkatkan investasi di Kawasan Destinasi Wisata sehingga mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa visi pengembangan kawasan tersebut adalah menciptakan destinasi wisata yang menjadi titik pertemuan budaya Timur dan Barat, tempat berbagai kalangan dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun hubungan yang bermakna.
Usai pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, pihak pengelola mengaku optimistis terhadap masa depan kerja sama yang terjalin. Mereka berharap rencana induk (master plan) baru kawasan pantai yang menjadi bagian dari proyek kawasan destinasi wisata dapat segera memperoleh persetujuan yang diperlukan.
“Setelah seluruh proses perizinan dan persetujuan pemerintah selesai, kami berharap dapat segera memulai pembangunan dan mewujudkan visi besar ini menjadi kenyataan,” ujarnya.
Pihak pengelola menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan Kawasan Destinasi Wisata adalah menghadirkan destinasi wisata ikonik berkelas dunia yang mampu menampilkan keindahan terbaik Lombok sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. (her)


