BerandaHEADLINEAksi Tuntut Pembentukan PPS, Penyeberangan Kayangan-Pototano Normal

Aksi Tuntut Pembentukan PPS, Penyeberangan Kayangan-Pototano Normal

Selong (Suara NTB) – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur menuju Pototano Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (2/6/2026) berjalan normal. Meski demikian, jumlah penumpang atau kendaraan yang menyeberang menurun. Hal ini disebabkan adanya aksi demo warga yang menuntut pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) di beberapa lokasi di Pulau Sumbawa.


General Manager PT ASDP Cabang Kayangan, Erlys Prastya, membenarkan adanya penurunan jumlah kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan. Menurut pantauannya, hanya satu hingga dua truk yang melintas dalam kurun waktu tertentu, tidak berurutan seperti biasanya.
“Ya terpantau aman, kondisinya aman saat ini. Aktivitas penyeberangan tetap jalan normal,” ujar Erlys di Pelabuhan Kayangan.


Ia menjelaskan bahwa aksi penyampaian aspirasi berlangsung di kawasan Komuter Tiga dan tidak memblokir jalur menuju pelabuhan. Meski begitu, suasana tampak sepi.


“Kalau saya pantau di sini kondisinya sepi landai. Satu truk, dua truk gitu. Jadi enggak berurutan, tidak seperti hari normal. Kemungkinan mereka juga antisipasi dari kemarin,” tambahnya.


Ketika ditanya berapa persen penurunan, Erlys mengaku belum menghitung secara pasti. “Belum saya hitung. Ada sepuluh persen mungkin. Saya lihat data dulu,” katanya.


Meskipun ia tidak berani menyimpulkan secara mutlak bahwa sepinya akibat aksi demo, Erlys mengakui bahwa isu tersebut kemungkinan membuat pengguna jasa memilih untuk menjaga diri dan mengantisipasi situasi.


“Tapi ya kelihatan kan karena masuknya isu itu, kemungkinan teman-teman pengguna jasa juga menjaga. Sepertinya ya karena sepi banget. Tapi tidak sampai tidak ada penyeberangan sama sekali. Satu truk, dua truk. Barusan lewat dua truk bawah,” jelasnya.


Erlys menegaskan, aktivitas penyeberangan tidak terganggu. Ia berharap situasi tetap kondusif, karena aspirasi warga didengar oleh pemangku kepentingan.


Terpisah Manajer Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) di Pelabuhan Kayangan, Listyono Dwitutuko yang dikonfirmasi Suara NTB menjelaskan situasi terpantau lancar.


“Sepanjang jalannya aksi hingga akhir, tuntutan pembentukan Pulau Sumbawa di Pototano tidak menyebabkan hambatan atau gangguan arus penyeberangan,” ujar Listyono.


Menurutnya, kondisi penyeberangan pada siang hari terpantau sepi. Namun, ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut memang biasa terjadi pada hari-hari normal. “Ramainya justru terjadi pada sore hari,” tambahnya.


Listyono juga menduga bahwa penurunan jumlah penyeberang pada hari ini disebabkan sebagian besar masyarakat telah menyeberang lebih awal, yakni pada Senin kemarin. Meski demikian, secara keseluruhan situasi di pelabuhan tetap terkendali dan aman.


Kepala DInas Perhubungan (Dishub) NTB Ervan Anwar juga memastikan Pelabuhan Kayangan – Pototano tetap beroperasi di tengah puncak demo menuntut pemekaran PPS.


Adanya aksi massa ini, Kepala Dishub NTB, Ervan Anwar memastikan operasional di pelabuhan tidak akan terganggu. Pelayanan di pelabuhan dikatakan sama seperti hari-hari biasa, tidak ada pembatasan penumpang, begitupun dengan pengurangan jumlah kapal.


“Dari kemarin pelabuhan tetap buka, saya sudah koordinasi dengan ASDP. Nggak ada pelabuhan tutup, layanan tetap seperti biasa. Yang unjuk rasa kan di luar pelabuhan,” ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.


Menurutnya, aksi unjuk rasa berlangsung di luar area pelabuhan. Meski demikian, dampak terhadap arus lalu lintas menuju pelabuhan tetap terjadi karena perlambatan pergerakan kendaraan dan antrean di akses masuk pelabuhan. Untuk mengurangi potensi kemacetan tersebut, Dinas Perhubungan telah berkoordinasi dengan Kepolisian, TNI, operator penyeberangan, serta pihak terkait lainnya guna mengatur lalu lintas dan menjaga keamanan di lapangan.


Pihaknya juga memastikan distribusi logistik menjadi prioritas utama selama demo ini berlangsung. Kendaraan pengangkut logistik, terutama yang membawa barang mudah rusak seperti bawang dan kebutuhan pokok lainnya akan diprioritaskan untuk menyeberang.
Selain itu, ASDP juga dikatakan telah menyiapkan antisipasi berupa penambahan kapal apabila diperlukan untuk mengurai antrean kendaraan.


Adapun terjadinya kemacetan panjang per hari Senin, 1 Juni kemarin, Ervan mengaku kondisi tersebut bukan disebabkan oleh penutupan pelabuhan, melainkan karena banyak pengguna jasa yang mempercepat jadwal keberangkatan setelah menerima informasi yang beredar di media sosial. (rus/era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO