Dompu (Suara NTB) – Gerakan pramuka sebagai wadah dalam membentuk karakter anak bangsa yang disiplin dan berjiwa pancasilais. Pembina pramuka yang akan membimbing, juga dituntut memiliki kecakapan, pengalaman dan berdedikasi dalam membangun generasi muda yang berkarakter.
Untuk mewujudkan itu, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Dompu menggelar kursus pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan kursus pembina pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) golongan Penggalang selama delapan hari.
Kegiatan ini diikuti 47 peserta dari gugus depan dan ranting Gerakan Pramuka se Kabupaten Dompu. Ada dua sesi kegiatan yang meliputi penyampaian materi dalam ruang kelas di SMA Kosgoro Dompu dan praktik lapangan di Bendungan Mila Kecamatan Woja.
Ketua Kwarcab Pramuka Dompu, Yani Hartono, SP., membuka langsung kegiatan yang digelar di Aula SMA Kosgoro, Senin (1/6). Hadir juga Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu yang diwakili Kasi Kurikulum Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Dodi Herdiana, S.Si., dan pengurus serta pelatih dari Kwarcab Gerakan Pramuka Dompu.
Yani Hartono dalam sambutannya mengingatkan, tujuan gerakan pramuka untuk membentuk karakter anak bangsa yang menerapkan nilai–nilai Pancasila di dalamnya. Sehingga tongkat estafet kepemimpinan itu terus berjalan dengan baik. Kegiatan KMD dan KML golongan penggalang ini, sangat relevan dalam menyiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045.
“Golongan penggalang saat ini berusia 11–15 tahun. Pada 2045, merekalah yang akan menjadi penerus dan pemimpin di masa depan. Kita memiliki peran yang sangat strategis saat ini dalam membentuk karakter yang baik bagi mereka, sebagai bekal masa depan,” ungkap Yani Hartono.
Yani berharap, KMD dan KML dapat melahirkan pembina yang mampu menjadi teladan, motivator, dan pendidik yang profesional. “KMD dan KML merupakan pendidikan dan pelatihan resmi dalam Sistem Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Gerakan Pramuka,” katanya.
Sertifikat yang diperoleh peserta setelah dinyatakan lulus merupakan sertifikat kompetensi kepramukaan yang sah dan diakui secara resmi dalam lingkungan gerakan pramuka di seluruh Indonesia.
Yani Hartono juga mengungkapkan, pada Agustus 2026 mendatang akan ada kegiatan jambore nasional. kegiatan yang dipusatkan di bumi perkemahan nasional Cibubur Jakarta ini, diikuti oleh Penggala atau mereka yang berusia 11–15 tahun. “Kedepan, kami ingin ada seleksi berjenjang dari tingkat ranting hingga cabang,sehingga yang dikirim itu bisa mengharumkan nama daerah,” harapnya. (ula)


