Mataram (Suara NTB) – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat, (NTB) Hj. Sinta M. Iqbal, menghadiri acara peluncuran (launching) Program Forum Mitra SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan Kepala SPPG Kecamatan Praya Timur dengan tema “Praya Timur Bebas Stunting” di Halaman Kantor Desa Kidang, Lombok Tengah, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi sosial pengobatan gratis dan santunan anak yatim ini mendapat apresiasi tinggi dari Hj. Sinta M. Iqbal.
Istri Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting.
“Masalah stunting bukan hal yang bisa dianggap remeh. Ini masalah berkelanjutan yang akan berdampak besar pada generasi masa depan kita jika tidak diselesaikan bersama-sama,” ujarnya.
Berdasarkan data, angka stunting di Kecamatan Praya Timur berada di kisaran 7%. Sinta optimis dengan sinergi antara pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan (nakes), kader Posyandu, dan para Mitra Dapur MBG (Makan Bergizi), angka tersebut dapat ditekan hingga tuntas dalam satu tahun ke depan.
Ia juga berpesan kepada para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah, untuk mengonsumsi makanan yang telah disediakan dengan baik.
“Makanan yang diberikan sudah dihitung gizinya dengan cermat. Anak-anak harus makan dengan baik karena ini adalah masa pertumbuhan otak kalian. Kalian adalah masa depan NTB,” tambahnya.
Sinta M. Iqbal bahkan mendorong agar keberhasilan kolaborasi di Praya Timur ini dapat dijadikan pilot project atau percontohan bagi kecamatan lain, tidak hanya di Lombok Tengah, tetapi juga di seluruh NTB.
Sementara itu, Ketua Forum Mitra Praya Timur, Lalu Suparlan, menyampaikan bahwa pembentukan forum ini merupakan langkah nyata untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami terus meminta bimbingan dari Dinas Kesehatan agar langkah-langkah yang diambil para mitra tetap sesuai dengan standar yang ditetapkan,” jelasnya.
Dari sisi teknis, Kepala Bidang P3Kl Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Putrawangsa, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 187 titik SPPG di Lombok Tengah dengan total penerima manfaat mencapai lebih dari 414.000 orang. Pihaknya terus melakukan pengawasan ketat, termasuk pelatihan bagi pengelola dapur agar keamanan dan kualitas gizi makanan tetap terjaga.
“Kami terus mendorong dan memfasilitasi sertifikasi serta operasional dapur-dapur MBG. Harapannya, forum mitra seperti di Praya Timur ini juga bisa terbentuk di 12 kecamatan lainnya di Lombok Tengah untuk memudahkan koordinasi,” tutup Putrawangsa.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan bebas stunting melalui pendekatan kolaboratif yang terintegrasi hingga ke tingkat desa. (ham)


