BerandaPOLHUKAMPOLITIKHadi Sebut Banyak Pembangunan Infrastruktur Hanya Berbasis Proyek, tapi Minim Manfaat ke...

Hadi Sebut Banyak Pembangunan Infrastruktur Hanya Berbasis Proyek, tapi Minim Manfaat ke Masyarakat

Mataram (Suara NTB) – Anggota Komisi V DPR RI meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan perombakan mendasar dalam sistem penganggaran infrastruktur irigasi nasional. DPR mengusulkan agar paradigma penganggaran diubah dari yang sebelumnya berbasis proyek (project-based) menjadi berbasis manfaat (benefit-based) bagi masyarakat petani.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi. Menurutnya, selama ini banyak pembangunan infrastruktur yang terkesan hanya berjalan sebagai penyerapan anggaran tanpa dampak signifikan yang dirasakan langsung di sektor pertanian.

“Kami mengusulkan sistem penganggaran kita diubah dari berbasis proyek menjadi berbasis manfaat. Kalau berbasis proyek, mohon maaf, kegiatan hanya berjalan begitu saja tetapi tidak dirasakan manfaat nyata dalam penanganan irigasi kita,” ujar Abdul Hadi.

Selain masalah paradigma anggaran, legislator asal dapil NTB 2 pulau Lombok ini juga menyoroti ketiadaan rencana induk (blueprint) irigasi nasional yang terpadu. Ia menilai penataan Infrastruktur bendungan, embung, dan jaringan irigasi di Indonesia masih berjalan parsial dan sangat tergantung pada Instruksi Presiden (Inpres) yang cakupannya terbatas.

“Kita belum memiliki blueprint permanen atau peta jalan (roadmap) khusus terkait irigasi nasional yang terpadu. Padahal, roadmap ini penting karena memuat visi jangka panjang, tahapan pelaksanaan, hingga pemetaan kebutuhan pendanaan agar seluruh infrastruktur air bisa saling terintegrasi,” tambahnya.

DPR berharap Kementerian PU memprioritaskan penyusunan peta jalan tersebut serta memperkuat sistem irigasi partisipatif, seperti Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), agar petani merasa dilibatkan dan memiliki infrastruktur yang dibangun pemerintah. (ndi)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO