BerandaNTBTGB Hadir di PBB

TGB Hadir di PBB

Oleh : Lalu Gita Ariadi

Minggu, 7 Juni 2026 sore di Lombok Epicentrum Mall saya sempat  bertemu teman seorang wartawan. Lama tak jumpa. Saling bertanya khabar. Lalu ngobrol belauq bedaye (kesana kemarin, red).

Saya sempat cerita. TGB (Dr. TGH. M. Zainul Majdi – Gubernur NTB 2008-2018) hadir di PBB. ‘’Di New York, Miq ?’’ tanyanya tinjot (kaget). ‘’Bukan. Di Roemah Langko,’’ jawabku pendek. ‘’Loo…..’’, katanya kebingungan dan penasaran.

Sayapun menjelaskan lebih detail. Ya TGB – Gubernur NTB Periode 2008 – 2018 menghadiri silaturrahmi PBB. PBB itu akronim Purna Bhakti Bahagia yang adalah komunitas WhatsApp Group beranggotakan Wagub, Sekda, Sahli Gub,  Asisten Sekda, Kaban, Kadis, Kasat, Direktur lingkup Pemprov NTB di eranya dan kini sudah purna bhakti. Ada yang sudah eksis sebagai pejabat eselon 1 dan 2 di era pemerintahan Mayjen TNI (Purn) Warsito, Drs. H. Harun Ar Rasyid (Dae Reso), Drs. H. L. Serinata (Miq Seri), Dr. TGH. M. Zainul Majdi (TGB), Dr. H. Zulkieflimansyah (DZ ) hingga Dr. H. L. Muhamad Iqbal sekarang.

Majelis PBB ini aktif silaturahmi bulanan. Pertemuan Minggu 7 Juni 2026 ini adalah pertemuan PBB yang ke-12. TGB juga pernah hadir di pertemuan PBB ke-4 di Sukma Rasa. Di pertemuan PBB ke-12 ini, TGB bertindak selaku sahibul bait sekaligus syukuran dan doa milad TGB ke-54 yang lahir tanggal 31 Mei 1972.

Mengawali sambutan, TGB menyapa dan seakan ingin menyegarkan ingatan dengan menyebut satu persatu anggota majelis yang hadir. Mulai Pak Badrul Munir, Pak Abdul Malik, H. Lalu Gita Ariadi, H. Lalu Suhaimi Ismy (Kakanwil Kemenag ), Pak Alwi kadispenda, Miq Lalu Bakri dan semuanya masih diingat dengan baik.

Sedikit bercanda, ketika menyebut nama Kepala Dishub NTB sambil tersenyum TGB menyebut Pak Rudi Hartono, padahal yang dimaksud adalah Pak Agung Hartono.

Pejabat-pejabat perempuan pun satu persatu disapa dengan akrab. Ada Ibu Ratna, Bu Ratningdyah, Bu Hartina, Bu Budi, Bu Wisma, Bu Dokter Eka dan ini yang paling heboh ada Ibu Eny.

‘’Ibu Eny ini kalo WA panjang sekali bisa sampai tengah malam. Makanya saya jawab singkat-singkat saja,’’ kata TGB di sambut tawa ngakak hadirin.

Selain pejabat utama Pemprov pada zamannya — hadir juga para isteri pejabat dan para ajudan (ADC) dan staf Administrasi Pimpinan ketika TGB menjabat.

TGB menyampaikan terima kasih atas ucapan, simpati dan doa mengiringi miladnya ke-54 sembari mendoakan juga keselamatan segenap hadirin. TGB mengapresiasi pertemuan Majelis PBB ini sebagai momentum silaturahmi yang sangat baik.

Ini tentu bukan sekadar kumpul-kumpul belaka. Jabatan boleh berakhir,  tapi silaturahmi tidak mengenal kata pensiun.

Lalu mengalirlah tausiahnya. Ayat demi ayat, al hadits dan kisah-kisah inspiratif tentang  manfaat bersilaturahmi mengalir sejuk,  sesejuk udara pagi nan segar di musim komak bekembang saat ini.

Jagalah silaturrahmi dan kebersamaan ini. Tidak baik jalan sendiri- sendiri. Kesendirian terkadang berpotensi mendatangkan bencana. Ingat serigala tidak berani memangsa domba-domba yang sedang dalam gerombolannya. Serigala mengintip peluang dengan mencari domba yang terpisah dari kelompoknya sebagai mangsanya.

Jabatan adalah titipan yang Allah pinjamkan. Pensiun adalah panggilan untuk jeda dan bersiap pulang.

TGB benar-benar mengapresiasi Majelis PBB ini. Dan karenanya TGB meminta untuk tetap diberi tahu agenda silaturahmi PBB berikutnya.

Pak Yoga yang giliran ketempatan silaturahmi bulan Juli, memohon langsung TGB berkenan hadir di Kediamannya di Kekalik nanti. TGB  menyanggupi hadir bila acaranya setelah tanggal 20 Juli 2026. Mamiq Tuan Suhaimi Ismi juga mohon yang sama agar TGB hadir di Praya Bulan Agustus nanti.

Dalam dialog informal dan terbatas, TGB juga minta penulis agendakan acara di Sembalun bahkan bila perlu rencana lama untuk umrah bersama dirancang kembali. ‘’Wah asyik ini, TGB bisa jadi mutawwif umrah kita,’’ celetuk seorang anggota PBB.

Majelis Purna Bhakti Bahagia  yang mengusung tagline Produktif, Bugar dan Bahagia ini nampak kian bersemangat. Yang pasti, PBB tetap memilih menyambung tali silaturahmi. Bukan memutus jejak sejarah. 

Jabatan adalah pengabdian yang bernilai ibadahdan purna tugas adalah jembatan emas paripurnakan ikhtiar memohon ridha-Nya.

Dulu di pundak, kita memikul amanah. Kini di dada, kita merawat asa dan rindu penuh syukur.

Jabatan  boleh datang dan pergi tapi silaturahmi PBB  adalah abadi. Karena PBB terlanjur berkomitmen tetap merawat NTB. NTB yang Nawaitunya Tetap Bersaudara. Dalam bayang kenangan dan doa.

Wassalam

Git,

Gedeng Gede Puyung, 7.6.26.

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO