Mataram (Suara NTB) – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Mataram, dijadwalkan mulai dibuka pada Senin, (22/6). Berbagai persiapan mulai dimatangkan, guna memastikan pelaksanaan berlangsung tertib dan kondusif.
“Tanggal 22 Juni mulainya SPMB untuk SD dan SMP,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kota Mataram, Syarafudin kepada Suara NTB pekan kemarin.
Syarafudin menjelaskan bahwa salah satu persiapan awal yang telah dilakukan adalah sosialisasi mengenai mekanisme pelaksanaan SPMB kepada seluruh satuan pendidikan. Upaya ini akan terus digencarkan secara massif, agar seluruh sekolah benar-benar siap saat pendaftaran dibuka.
Dikatakan, terdapat empat jalur pada SPMB jenjang SD-SMP. Diantaranya, jalur domisili, jalur afirmasi, jalur prestasi, dan jalur mutasi. Jalur domisili diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili di wilayah penerimaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah, dengan prioritas berdasarkan jarak tempat tinggal terdekat ke satuan pendidikan.
Sementara itu, jalur afirmasi ditujukan bagi calon murid yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu serta calon murid penyandang disabilitas sebagai bentuk perlindungan dan pemerataan akses pendidikan.
Adapun jalur prestasi diperuntukkan bagi calon murid yang memiliki capaian prestasi akademik maupun non akademik sesuai ketentuan yang berlaku. Selanjutnya, jalur mutasi diberikan kepada calon murid yang berpindah domisili, karena perpindahan tugas orang tua atau bagi anak guru yang mendaftar di satuan pendidikan tempat orang tuanya bertugas.
Meski demikian, tidak seluruh jalur penerimaan berlaku pada semua jenjang pendidikan. “Sebagai contoh jalur prestasi tidak diberlakukan dalam penerimaan murid kelas I sekolah dasar,” terangnya.
Ia menjelaskan,setiap jalur SPMB jenjang SD-SMP memiliki kuota yang berbeda. Pada jenjang SD, jalur domisili mengakomodasi kuota sebesar 75 persen, afirmasi 20 persen, dan mutasi 5 persen. Sementara, pada jenjang SMP, jalur domisili 45 persen, afirmasi 20 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen.
Demi memastikan seluruh tahapan pelaksanaan berjalan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis), Disdik Kota Mataram menggandeng Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB, untuk melakukan pengawasan dan pemantauan bersama di lapangan.
“Tetap BPMP kita tetap kolaborasi karena dia UPT Kementerian di daerah kita,” tutur Syarafudin.
Ia berharap pelaksanaan SPMB SD-SMP di Mataram, dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Tujuannya agar seluruh calon peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan lewat sistem yang adil, transparan, dan bebas dari diskriminasi.
“Yang penting semua anak usia sekolah di Kota Mataram harus bersekolah,” pungkas Syarafudin. (sib)


