BerandaNTBSUMBAWAPembangunan Sekolah Rakyat Dijadwalkan Bulan Oktober

Pembangunan Sekolah Rakyat Dijadwalkan Bulan Oktober


Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa memastikan pembangunan bangunan Sekolah Rakyat (SR) definitif akan dilakukan pemerintah pusat pada bulan Oktober mendatang di Kecamatan Labuhan Badas dengan total luas lahan 15 hektare.


“Hasil survei yang dilakukan bersama kementerian PUPR kemarin sudah ditetapkan di Labuhan Badas, dan kami berharap bisa mulai dilakukan pembangunan di bulan Oktober 2026 mendatang,” kata kepala Bapperida, melalui Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Dr. Rusmayadi, kepada Suara NTB, Selasa (9/6/2026).


Ia melanjutkan, pembangunan sekolah tersebut ditetapkan di atas lahan milik Pemkab seluas 15 hektare di depan area Pertamina Badas. Jumlah lahan tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 3.000 siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA.


“Lahan tersebut sudah tidak ada persoalan lagi, karena sudah kita keluarkan dari status Kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KLP2B) yang sebelumnya menjadi kendala pengusulan,” ujarnya.


Disinggung terkait operasional sekolah tersebut, Rusmayadi berharap bisa mulai berjalan di awal tahun 2027 mendatang. Sehingga siswa yang lulus di tahun 2026 untuk semua jenjang bisa melanjutkan sekolahnya di Sekolah Rakyat definitif yang disiapkan pemerintah.


“Kami berharap di tahun 2027 sekolah ini bisa beroperasi, sehingga siswa yang saat ini bersekolah di SMPN 4 (SR) sementara bisa langsung pindah ke lokasi baru,” jelasnya.


Ia pun meyakinkan, aktivitas Sekolah Rakyat Daerah (SRD) akan terpusat di lokasi baru, termasuk fasilitas asrama bagi para siswa. Konsepnya tetap sama dengan yang sudah berjalan saat ini, hanya berpindah ke kompleks yang lebih representatif dan terpadu.


“Semuanya akan bergabung di sana dan terpusat. Asrama juga di lokasi itu dan konsepnya tetap sama, satu sistem seperti Sekolah yang ada saat ini,” tambahnya.


Gagasan Sekolah Rakyat sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama memutus rantai kemiskinan. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar memperoleh akses pendidikan berkualitas dan berdaya saing.


“Filosofi program ini memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Anak-anak dari kelompok miskin harus mendapat pendidikan terbaik agar bisa bangkit dan mengubah masa depan mereka,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO