Giri Menang (Suara NTB) – Persoalan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok Barat (Lobar) semakin mengemuka. Selain, sejumlah SPPG di-suspend atau dihentikan sementara, ada juga beberapa SPPG yang disetop sementara penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) karena adanya perubahan akun virtual di Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
Akun virtual SPPG adalah rekening khusus yang digunakan untuk menerima dan mengelola dana operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari kas negara. Hal ini dampak dari pergantian kepala BGN, dari Dadan Hindayana ke Nanik Sudaryati Deyang.
Camat Gunungsari, Zulkifli yang dikonfirmasi media menerangkan, ada sekitar tujuh SPPG di wilayahnya yang tidak bisa menyalurkan MBG karena perubahan akun. “Selama tidak disalurkan anggarannya (oleh BGN), SPPG diminta untuk setop dulu (penyaluran MBG), tidak boleh gutang, karena tidak ada pembayaran utang,” terang Zulfikli, Rabu (10/6/2026).
Di satu sisi, SPPG tidak diperbolehkan untuk berutang untuk pengadaan MBG. Anggaran SPPG ini dihentikan sementara karena ada pergantian pimpinan BGN yang mengubah virtual akun di semua tempat, termasuk di bank-bank. “Kan pimpinan berubah jadi virtual akun juga diubah, tanda tangan juga,” imbuhnya.
Langkah pihak kecamatan sendiri menyikapi hal ini, pihaknya menjaga stabilitas daerah agar jangan sampai berdampak keresahan masyarakat. Pihaknya juga meminta pada Koordiator Kecamatan untuk turun ke masing-masing dapur MBG untuk turun menjelaskan memberikan pemahaman kepada masyarakat perihal kebijakan ini.
Ia menambahkan, terkait beberapa SPPG yang dihentikan sementara, sudah dilaporkan progres perbaikan ke BGN, tinggal menunggu persetujuan. Di daerah itu ada dua SPPG yang dihentikan sementara yakni di Desa Jatisela dan Dopang karena belum memenuhi standar dari sisi IPAL. Pihak satgas MBG pun sudah turun ke masing-masing SPPG untuk menindaklanjuti persoalan itu. (her)


