BerandaNTBLOMBOK BARATSerap Ratusan Pekerja, Kerajinan Atap Ilalang Desa Cendimanik Sekotong Diekspor Lewat Daerah...

Serap Ratusan Pekerja, Kerajinan Atap Ilalang Desa Cendimanik Sekotong Diekspor Lewat Daerah lain

Giri Menang (Suara NTB) – Desa Cendimanik Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar) dikenal sebagai daerah penghasil kerajinan atap ilalang. Kerajinan yang mulai dikembangkan sejak puluhan tahun silam ini telah menembus pasar luar negeri dan mampu menyerap ratusan tenaga kerja. Namun, sayangnya kerajinan atap ilalang ini diekspor melalui daerah lain seperti Bali dan Jawa.


H. Sahwan salah seorang pelaku usaha kerajinan ilalang di desa itu menuturkan bahwa usaha kerajinan atap ilalang ini dimulai sejak 30 tahun. Dari awal, usahanya mengalami pasang surut tetapi tetap bisa eksis hingga sekarang. “Hasil kerajinan atap ilalang ini kami kirim ke Bali, kadang ke luar negeri, dan hotel di sekitar Sekotong, hotel di Senggigi serta Lombok Tengah,” sebutnya, Sabtu (13/6/2026).


Dalam sekali produksi, kapasitasnya mencapai 400-500 unit (lembar) atap per harinya. Ia mempekerjakan 30 orang tenaga kerja tiap harinya. Jika pemesanan dalam partai besar baik dari luar daerah ataupun luar negeri, produksinya bisa mencapai 1000 unit per harinya. “Kami tambah tenaga 50 orang sampai 60 orang sehingga cepat,” imbuhnya.


Hasil kerajinan atap itu dikirim ke beberapa negara, seperti Spanyol, Isreal, dan Malaysia. Dalam sekali pengiriman ke luar negeri, pesanannya mencapai 2-10 ribu unit. Seperti pengiriman ke Israel dan Malaysia, dalam sekali pengiriman permintaannya 2 ribu hingga 3 ribu unit. “Pengiriman ke luar negeri itu sekali kirim itu 10 ribu unit, pakai tiga fuso,” sebutnya.


Sekali pengiriman ke luar negeri, ia mendapat hasil penjualan Rp50-100 juta. Per unit atap dijual ke pengusaha di Bali Rp20 ribu, kalau ditambah biaya pemasangan bisa mencapai Rp40 ribu per unit nya. Sedangkan harga pasaran di daerah lokal dijual Rp15 ribu per unitnya. Untuk pengiriman ke Israel, diakui mengalami penurunan karena dampak perang. Jika dibanding sebelum perang, pesanan lumayan tinggi dari negara tersebut.


Namun, diakui, pengiriman kerajinan ini tidak dari Lombok ke luar negeri. Melainkan barang dibeli oleh pengusaha dari Bali dan Jawa, lalu dikirim ke negara tujuan. Saat ini pihaknya membutuhkan fasilitasi dari pemerintah untuk bisa ekspor langsung ke luar negeri, tidak melalui daerah lain. Sebab kalau pengusaha bisa ekspor langsung, maka harga jualnya lebih tinggi dibanding dijual ke Bali. Sehingga untung yang diperoleh pun besar.


Terlebih Pemesan dari luar negeri itu, membayar menggunakan dolar sehingga utangnya lebih banyak dan menguntungkan pengusaha. Berbeda dengan di Bali. “Lebih bagus kalau kita eksport dari sini langsung ke luar negeri, karena bagus harganya,” harapnya.


Sebab bagaimana pun manfaat dari usaha kerajinan atap ilalang ini, Ia mampu mempekerjakan sekitar 30 orang warga sekitar. Upah yang diberikan kepada pekerja Rp2.250 untuk satu lembar atap.


Sementara itu, Kades Cendimanik H. Mahdi yang akrab dipanggil KDM mengatakan bahwa selain menjadi sentra garam dan mangrove desahnya juga dikenal sebagai produsen kerajinan atap ilalang. “Alhamdulillah, dari hasil atap ilalang ini ekomoni warga meningkat,”jelasnya. Dari usaha kerajinan atap ilalang ini, mampu menyerap tenaga kerja hampir 500 orang, baik laki-laki dan perempuan.


Efek berjangka dari usaha ini pun dirasakan masyarakat sekitar, mulai dari bahan baku ilalang, bambu, ijuk, pedagang sabit, tukang ikat dan lainnya. Hasil kerajinan ini tidak saja dijual ke pasar lokal, tetapi diminati pasar luar negeri. Kerajinan atap ilalang inipun sudah diekspor ke sejumkah Negara, seperti Spanyol, Afrika, India, Malaysia.


Tidak saja kerajinan yang dijual, tetapi warga juga berangkat ke luar negeri untuk memasang atap tersebut. Sayangnya, hasil kerajinan warga ini dikirim ke luar negeri melalui Bali, “dikirim ke luar negeri (ekspor) melalui Bali,” imbuhnya.


Ia berharap, pemerintah hadir memfasilitasi warga agar bisa ekspor ke luar negeri. Sehingga daerah Lobar pun semakin dikenal sebagai penghasil kerajinan atap yang mendunia. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO