BerandaNTBLOMBOK BARATSejumlah Titik di Kota Gerung Gelap, Rawan Picu Kecelakaan

Sejumlah Titik di Kota Gerung Gelap, Rawan Picu Kecelakaan

Giri Menang (Suara NTB) – Beberapa titik di wilayah Kota Gerung, Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar) dikeluhkan warga, lantaran kondisinya gelap pada malam hari. Di jalur itu, penerangan jalan umum (PJU) banyak yang mati. Kondisi ini menyebabkan rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Bahkan, pada Jumat (12/6) lalu terjadi kecelakaan di jalur Pasar Gerung yang merenggut korban jiwa.


Pantauan media, di jalan beberapa lingkungan di Kelurahan Gerung Selatan gelap akibat bola lampu PJU mati. Seperti di lingkungan Tanjung Gunung, ruas jalan gelap. Jalan yang bersebelahan dengan sungai itu cukup membahayakan pengendara akibat kondisinya gelap. Padahal jalur ini berada tak jauh dari Alun-alun Kota Gerung.


Terlebih jalur itu menjadi akses terdekat menuju Pasar Gerung dan pusat pemerintahan Pemkab Lobar. Selain itu, jalur Reyan persis depan kantor Lurah ke Pasar Gerung juga gelap akibat lampu PJU tak berfungsi. Di jalur ini, diperparah kondisi tumpukan sampah di TPS pasar tersebut meluber ke jalan raya yang mengakibatkan seringkali mengundang kerumunan anjing liar. Bahkan, akibat anjing liar berkeliaran mengerumuni sampah tersebut memicu kecelakaan hingga warga meninggal dunia.


Lurah Gerung Selatan Akhwan Mashudi yang dikonfirmasi media Minggu (14/6/2026) mengakui titik lampu PJU mati yang butuh penanganan pada ruas jalan kabupaten yang ada di wilayah Gerung Selatan sebanyak 35 titik. “Termasuk di depan kantor Kelurahan ke jalur Pasar Gerung dan lingkungan Bawak Gunung menuju kantor Pemkab lampu (PJU) mati,” terang Akhwan.


Menurutnya, bola lampu PJU ini banyak yang mati karena pengadaan tidak pernah dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menjadi salah satu diatensinya ketika menjabat Lurah. Ia turun mengecek kondisi penerangan jalan pada malam hari dan menemukan banyak yang mati.


Atas dasar itulah, pihaknya menganggarkan untuk pengadaan bola lampu PJU dari Kelurahan. Sebab kalaupun menunggu perbaikan dari Pemkab, kemungkinan akan sulit sekali mengingat efisiensi anggaran dan luasnya wilayah Lobar. Bola lampu yang diadakan kelurahan pun telah tersedia di Kantor, tinggal menunggu bantuan pemasangan menggunakan mobil operasional dari Dishub.


Pihaknya kesulitan melakukan pemasangan mandiri, karena tiang PJU tinggi dan membahayakan. Untuk itu pihaknya pun sudah bersurat ke OPD terkait pada bulan Mei lalu. “Terkait perbaikan bola lampu 35 titik lampu PJU ini kami sudah berkoordinasi dengan Dishub untuk mohon bantuan pinjaman alat dan tenaga teknisi pemasangan lampu jalan untuk pengecekan alairan listrik,” imbuhnya.


Pihak Dishub dalam hal ini Kepala Dishub Lobar, M. Hendrayadi pun telah merespons surat kelurahan tersebut. Dishub secepatnya menurunkan tim dan mobil pemasangan lampu PJU tersebut. “Jawaban pak Kadis Dishub dalam waktu dekat akan ada staf turun beserta mobil pemasangan lampu itu,”pungkasnya.


Ia menambahkan,untuk penanganan PJU ini, pihaknya juga telah mengusulkan pada 2027 melalui alokasi Rp1 miliar per desa/kelurahan untuk anggaran penanganan atau perbaikan PJU secara menyeluruh terhadap instalasi penerangan jalan kabupaten yang ada di Kelurahan Gerung Selatan. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO