Sumbawa Besar (Suara NTB)-
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa, memastikan musibah terbakarnya mesin penghasil oksigen tidak akan menggangu pelayanan baik di RSUD Sering maupun di dalam Kota, Senin (15/6) malam.
“Pelayanan tetap berjalan normal baik di gedung baru (RSUD Sering) maupun gedung lama karena sudah ada mesin lain yang siap memproduksi oksigen,” kata Kabid Penunjang Medis dan Non-Medis, Khairul Alamsyah, Selasa (16/06) pagi.
Ia menjelaskan, unit mesin yang terbakar tersebut merupakan milik pihak ketiga. Dampak dari insiden ini hanyalah terhentinya produksi oksigen di lokasi untuk sementara waktu.
Untuk mengantisipasi kelangkaan dan mendukung pelayanan rumah sakit, pihak manajemen telah memesan puluhan tabung oksigen tambahan. Saat ini, stok yang tersedia di rumah sakit juga dipastikan masih aman.
“Sebagai langkah antisipasi, kami sudah memesan 50 tabung tambahan. Stok yang ada saat ini sebanyak 47 tabung. Rata-rata pemakaian berkisar antara 15-20 tabung oksigen per hari,” tukasnya.
Sebelumnya, musibah terbakarnya mesin penghasil oksigen tersebut terjadi sekitar pukul 19.52 WITA dengan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Api dengan cepat membakar mesin tersebut karena sangat rawan.
“Api membakar habis satu unit gudang/ruangan. Karena merupakan ruangan produksi oksigen, anggota juga berhati hati melakukan pemadaman karena dikhawatirkan adanya tabung yang meledak,” kata Kadis Damkarmat Sumbawa, H. Sahabuddin, kemarin.
Untuk sementara perkiraan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Api diketahui lebih dahulu oleh petugas RSUD sering yang sedang piket.
“Petugas RSUD sudah berusaha memadamkan dengan APAR, tapi api terlalu besar sehingga memanggil pemadam kebakaran. Api berhasil kita padamkan setelah satu jam menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran,” tukasnya. (ils)

