Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa telah merampungkan penyusunan feasibility study (FS) atau studi kelayakan terkait pembangunan pasar induk Sumer Payung. Proses pembangunannya dibutuhkan anggaran sekitar Rp268,9 miliar.
“Kita sudah melakukan ekspose tiga kali atas hasil FS itu. Ekspose pertama terkait meterelogi, kedua kendala yang dihadapi dan terakhir melengkapi hasil ekspose pertama dan kedua dan hasil finalnya direkomendasikan untuk pembangunan pasar induk,” kepala Dinas KUKMindag Sumbawa, E. S. Adi Nusantara, kepada Suara NTB, Kamis (18/6).
Adi melanjutkan, pasar induk ini nantinya sebagai pusat distribusi bahan pangan sebelum beredar ke masyarakat. Pasar ini juga nantinya untuk memutus rantai yang sangat panjang dari produsen atau petani ke tengkulak dan pasar-pasar tradisional.
Dikatakan, hasil rekomendasi terhadap studi kelayakan tersebut juga diminta untuk menindaklanjuti dengan proses review atas dokumen lingkungan yang telah tersusun sebelumnya. Review tersebut dilakukan karena izin lingkungan yang telah disusun sebelumnya sudah cukup kadaluwarsa sehingga perlu direvisi.
“Review DED perlu kita lakukan karena yang kita miliki saat terhitung sejak tahun 2017 dengan pola bangunan tiga lantai. Sementara untuk dari kementerian tidak direkomendasikan untuk pasar berlantai, sehingga DED perlu kita review,” ujarnya.
Ia turut merincikan, dari total anggaran mencapai Rp268,9 miliar ada beberapa item yang akan dibangun. Diantaranya,konstruksi pasar induk itu sendiri sekitar Rp146,5 miliar berupa gedung utama Rp90 miliar untuk kios permanen 700 unit Rp3,85 miliar los pasar dan infrastruktur logistik sekitar Rp43 miliar.
“Fasilitas publik dan utilitas juga membutuhkan anggaran sekitar Rp55 miliar serta kontijensi termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) Rp4,4 miliar. Ini merupakan kebutuhan anggarannya dan kita tetap sesuaikan dengan kondisi keuangan di daerah,” jelasnya.
Menurutnya,pembangunan pasar induk tersebut dilakukan untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Sebab di lokasi tersebut tidak hanya pasar induk melainkan akan dibangun pergudangan yang bisa disewakan oleh pemilik modal yang akan berinvestasi di Sumbawa.
“Jadi, pasar yang akan kita bangun ini memiliki dua fungsi yakni pasar pada hakikatnya dan gudang. Sehingga pendapatan daerah bisa meningkat dari sektor penyewaan gudang,” tambahnya.
Disinggung terkait kelanjutan nasib Pasar Seketeng yang eksis saat ini, ia mengaku bahwa rencana kedepan Pasar Seketeng akan dijadikan pasar modern. Selain itu, pasar tersebut juga akan dijadikan sebagai sentra kuliner dan kerajinan khas Sumbawa yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan.
Pemerintah juga memastikan tidak serta merta memindahkan para pedagang melainkan akan dilakukan secara sporadis. Pemindahan yang akan dilakukan terhadap para pedagang nantinya juga akan disiapkan skema kelonggaran misalnya di tahun pertama.

