Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 1.352 jiwa warga miskin di dua kelurahan di Ibu Kota Gerung, Lombok Barat (Lobar) menerima bantuan pangan (Bapang). Dalam penyaluran Bapang ini pihak Kelurahan minta agar data penerima diperbarui atau di-update oleh Bulog, menyusul warga yang diusulkan dikeluarkan atau dicoret justru masih tercantum dalam data penerima.
Lurah Gerung Utara, Riyanto Hiharuo Ilyas, S.STP., mengatakan, jumlah penerima di kelurahannya mencapai 480 jiwa yang tergolong kurang mampu. Alokasi 480 penerima bantuan ini tersebar di lima lingkungan, di antaranya Lingkungan Batu Anyar, Pohdana, Bagu, Montong Sari, dan Babakan.
“Kita tidak tahu data ini, data yang turun ini dari Bulog infonya. Cuma tahun sebelumnya ada yang bilang (data) dari Kemensos, ketahanan pangan sampai data KB. Kita hanya menerima, bukan terkait usulan,” tegasnya belum lama ini kepada Suara NTB.
Sumber data sekarang menurut informasi dari DTSEN, hanya saja kata dia, sebelum berubah menjadi DTSEN warga yang semula berada di Desil 1 dan 2, tiba-tiba tahun ini berubah ke Desil 6. Padahal fakta di lapangan mereka masih tidak mampu. Pihaknya tidak tahu dari mana dasar atau acuan data ini. “Tiba-tiba saat perubahan ke DTSEN itu berubah data itu, ada beberapa yang berubah. Sehingga pada saat ini banyak warga yang biasa mendapatkan, tapi berubah desil, tidak dapat bantuan ini,”imbuhnya.
Pihaknya pun telah berupaya mengecek kondisi warga yang berubah Desil ini, untuk selanjutnya diusulkan untuk diturunkan Desil agar mendapatkan bantuan lagi. Pihak Bulog sendiri telah memberikan form pengganti, apabila warga meninggal tapi masih masuk namanya bisa diganti. Hanya saja ia menekankan pada Bulog dari data penerima tersebut, belum ada perubahan dari tahun lalu. Padahal tahun lalu pihaknya telah mengusulkan nama-nama yang meninggal untuk diganti sebagai penerima bantuan oleh warga yang layak, tapi tidak mendapatkan bantuan.
“Tapi di tahun ini nama yang sama masih keluar, sehingga pikiran kami di bawah tidak ter-update data itu, apa gunanya Usulan-usulan yang kami usulkan itu, dua tahun berturut-turut tidak diganti,” bebernya.
Pihaknya mengusulkan warga yang meninggal dan tidak layak lagi (mampu) untuk diganti dengan warga yang layak, tetapi belum diupdate. Data ini malah masih muncul selama dua tahun berturut-turut. “Tidak ada perubahan data itu, kami minta diperbaiki, update sesuai dengan catatan kami,”harap dia.
Harapannya ke depan nama yang diusulkan diganti itu tidak keluar lagi dalam data penerima bantuan, tetapi dia harapkan yang keluar warga yang mengganti dan layak menerima bantuan. Sementara lurah Gerung Selatan Akhwan Mashudi mengatakan bahwa di kelurahannya jumlah penerima sebanyak 872 jiwa. Mereka dinilai layak menerima bantuan. Data penerima ini kata Dia, bersumber dari berbagai sumber dalam DTSEN.
Warga penerima bantuan ini, tergolong tidak mampu. Seperti warga meninggal suaminya dan warga TKI yang memiliki anak, maka anaknya yang diberikan bantuan tersebut. “Kalau PKH, dan tidak layak lagi menerima bantuan, maka akan dikeluarkan,” imbuhnya. Tetapi pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap penerima bantuan ini. Salah satunya terintegrasi melalui program Kelurahan Cantik dari BPS.
Salah satu dicontohkan di RT Lingkungan Perigi Barat, tidak ada satupun penerima bantuan di daerah itu. Tetapi setelah dilakukan perbaikan data, akhirnya warga di daerah tersebut menerima bantuan. Penerima bantuan ini tersebar hampir merata di seluruh lingkungan. Jumlah lingkungan di kelurahan itu ada enam. (her)

