BerandaNTBTelusuri Sejarah Kota, Siswa Datangi Ampenan dan Mayura

Telusuri Sejarah Kota, Siswa Datangi Ampenan dan Mayura


Mataram (SuaraNTB.com) – Puluhan siswa dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti kegiatan Belajar Bersama Arkeologi Cilik yang diselenggarakan Museum NTB, Rabu (24/6/2026).
Melalui pencacatan benda-benda cagar budaya, peserta diajak mengenal, mengidentifikasi, dan mendokumentasikan berbagai tinggalan sejarah yang ada di lingkungan sekitar.


Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, mengatakan Arkeologi Cilik merupakan bagian dari program Kotaku Museumku dan Kampungku Museumku yang mengusung konsep living museum atau museum yang hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, jika sebelumnya Arkeologi Cilik dilaksanakan di lingkungan museum dengan metode simulasi ekskavasi, kali ini peserta diajak belajar langsung dari ruang-ruang sejarah yang berada di sekitar mereka.


“Arkeologi Cilik ini mengajak anak-anak belajar tentang sejarah kota dan kampungnya sendiri. Kita ingin mereka mengenal tempat-tempat yang selama ini sering dilewati, tetapi belum mengetahui nilai sejarahnya, seperti kawasan Ampenan dan Mayura,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, Ampenan dan Mayura dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan kawasan yang memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan peradaban di Pulau Lombok.


Kedua kawasan tersebut menyimpan berbagai jejak sejarah, mulai dari perkembangan perdagangan, pemerintahan, hingga kehidupan sosial budaya masyarakat pada masa lalu.


“Jadi kita ajak mereka untuk melihat langsung dan memahami setiap bangunan, situs, maupun benda cagar budaya yang menjadi bagian dari sejarah,” katanya.


Dirinya menambahkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Museum NTB dalam memperkaya wawasan sejarah generasi muda sekaligus membangun keterhubungan mereka dengan warisan sejarah dan budaya daerah.
Menurutnya, Arkeologi Cilik tidak hanya difokuskan pada pengenalan benda dan situs cagar budaya, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa sejarah merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu dipahami, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa sejarah tidak hanya ada di museum, tetapi juga hadir di lingkungan sekitar mereka,” terangnya.
Arkeologi Cilik adalah program edukasi sejarah yang diinisiatifkan oleh Museum NTB untuk mengenalkan dunia arkeologi kepada generasi muda melalui pembelajaran interaktif.


Guru SMP Negeri 7 Pekat, Kabupaten Dompu, Adil Triyadi, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena dinilai mampu mendukung pengembangan karakter dan pengetahuan peserta didik.

“Setiap kesempatan yang dapat mendukung perkembangan siswa selalu kami sambut. Ketika mendapatkan informasi tentang Arkeologi Cilik, kami langsung tertarik karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa,” ujarnya.


Menurut Adil, kegiatan Arkeologi Cilik dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya, terutama di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.


“Harapan kami, kegiatan ini dapat membuat siswa semakin mencintai sejarah, budaya, dan peninggalan budaya yang ada di NTB. Di tengah kemajuan digital yang begitu cepat, Arkeologi Cilik bisa menjadi wadah yang baik untuk mengingatkan generasi muda tentang pentingnya menjaga identitas budaya dan sejarah bangsa”, katanya.


Antusiasme tersebut juga disampaikan oleh salah seorang peserta Arkeologi Cilik dari SMP 6 Mataram, Berlian, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru tentang kawasan bersejarah yang selama ini dianggapnya hanya sebagai bagian dari kota lama.
“Sebelumnya saya mengira Ampenan hanya kota tua biasa. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya mengetahui bahwa banyak sekali cerita dan peninggalan sejarah yang ada di sana,” tutupnya


Dirinya menilai kegiatan seperti ini sangat penting karena banyak generasi muda yang mulai melupakan sejarahnya sendiri. Sehingga ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak pelajar di berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat. (r/ham)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO