Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin mendorong terus dilakukan modernisasi sektor pertanian. Hal ini sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Pasalnya, sektor pertanian terus msenjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sebagai penopang penting Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. Diketahui sumbangan sektor pertanian mencapai 27 persen.
Karena itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Timur sangat dipengaruhi oleh sektor pertanian, sehingga berbagai upaya terus digalakkan untuk mengoptimalkan potensi yang
.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam acara Selamatan Reban Beleong dan Pengukuhan P3A Tirta Karya Beleong yang berlangsung di Kecamatan Selong, Kamis (25/6). Acara yang digelar secara swadaya oleh masyarakat petani ini menjadi ajang memperkuat semangat gotong-royong dan silaturahmi sekaligus mengangkat kembali tradisi pertanian setempat.
“Peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Timur dipicu oleh pertama, kegiatan para petani kita, kegiatan para peternak kita,” ujar Bupati yang akrab disapa H. Iron ini kepada para petani, camat, lurah, kepala desa, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir.
Bupati menekankan bahwa mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan merupakan salah satu fokus Pemerintah Pusat yang harus didukung oleh daerah. Lombok Timur, menurutnya, memiliki potensi besar di sektor pertanian yang membutuhkan kreativitas untuk mengoptimalkannya.
Bupati mengakui bersyukur potensi lahan pertanian Lotim sangat besar. Tinggal bagaimana kreatifitas kita sebagai petani menjalankannya. “Bicara pertanian harus memperhatikan pertanian modern ke depan,” jelasnya.
Dalam upaya meningkatkan produktivitas, Bupati menargetkan peningkatan hasil panen padi dari saat ini yang berada di angka 4-6 ton per hektare menjadi tidak kurang dari 7 ton per hektare. Untuk mencapai target tersebut, ia mendorong para petani, khususnya di lingkup Reban Beleong, untuk menerapkan teknologi pertanian modern termasuk penggunaan bibit unggul.
Bupati juga mengingatkan peran penting penyuluh pertanian untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan meneruskannya kepada para petani di lapangan. Sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah dinilai kunci dalam mewujudkan pertanian yang produktif dan
.
Sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Daerah, Bupati Haerul Warisin menyerahkan satu paket jalan usaha tani, satu paket irigasi, dan satu unit combine harvester (mesin pertanian multifungsi) kepada P3A Tirta Karya Beleong. Sarana dan prasarana ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut, sekaligus mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati juga mendorong pembentukan koperasi yang dikelola secara profesional untuk memperkuat posisi tawar petani dan mengoptimalkan hasil pertanian. Kepada P3A Tirta Karya Beleong, ia berharap agar dapat menjaga kelestarian sumber air dan memanfaatkannya secara optimal demi keberlanjutan sektor pertanian.
Sebelumnya, Ketua P3A Tirta Karya Beleong, Asrul Afandi, melaporkan, Reban Beleong mengairi 270 hektare lahan pertanian yang tersebar di Desa Teros, Desa Banjar Sari, Kelurahan Tanjung dan Suryawangi Kecamatan Labuhan Haji. Saat ini terdapat 556 anggota yang tergabung dalam 11 kelompok tani di wilayah tersebut.
Selain padi, jagung juga menjadi komoditas unggulan yang dipilih para petani setempat. Jika produktivitas padi saat ini berada di angka 4-6 ton per hektare, maka produktivitas jagung mencapai 6-8 ton per hektare setiap satu musim tanam.
Namun demikian, Asrul Afandi juga melaporkan adanya kendala di lapangan, yakni kondisi pintu air yang beberapa di antaranya sudah tidak berfungsi dengan baik, termasuk saluran sekunder maupun tersier yang menyebabkan berkurangnya debit air yang sampai ke lahan-lahan petani. Hal ini menjadi perhatian serius agar produktivitas pertanian di wilayah Reban Beleong dapat terus ditingkatkan ke depannya. (rus)

