BerandaHEADLINEAnimo Pembelian Tiket Nonton MotoGP Meningkat, Harga Hotel dan Transportasi Mahal Jadi...

Animo Pembelian Tiket Nonton MotoGP Meningkat, Harga Hotel dan Transportasi Mahal Jadi Tantangan

Praya (Suara NTB) – Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memasang target jumlah penonton hingga 200 ribu orang pada ajang MotoGP Mandalika 2026 ini. Hanya saja, masih ada beberapa tantangan yang membuat target tersebut cukup berat untuk bisa tercapai. Kendati animo masyarakat untuk membeli tiket ada peningkatan.


Salah satunya soal harga hotel yang mahal serta akomodasi lainnya seperti tiket pesawat dan kendaraan selama ajang balap dunia tersebut berlangsung. “Kita berharap bisa 200 ribu orang. Tapi kita juga harus paham kondisi juga,” sebut Direktur Utama MGPA Ananda Mikola, akhir pekan kemarin.


Ia mengatakan, untuk bisa mendatangkan penonton dalam jumlah besar ekosistem yang ada juga harus mendukung. Mulai dari hotel, transportasi dan akomodasi lainnya. Tanpa dukungan ekosistem tersebut sulit untuk bisa mengejar target penonton dalam jumlah besar.


“Orang sudah punya tiket, tapi harga tiket pesawat sampai hotel mahal, orang jadi agak berat untuk mau datang nonton,” ujarnya. Sehingga pihaknya berharap para penguasaha hotel dan akomodasi lainnya bisa memasang harga yang rasional. Agar penonton MotoGP bisa lebih ramai.


Tidak kemudian mengambil kesempatan disaat permintaan sedang tinggi. Karena event MotoGP tidak hanya berlangsung sekali saja. Tetapi akan terus berlanjut. Jadi penting untuk bisa memikirkan keberlanjutan event tersebut untuk jangka panjang.


Mengingat, posisi Sirkuit Mandalika berada di Pulau Lombok, sehingga orang butuh dukungan akomodasi dengan harga yang lebih untuk mau datang menonton. “Dibandingkan dengan negara lain yang menyelenggarakan MotoGP, terdekat Malaysia misalnya, kita termasuk yang harga akomodasinya tinggi,” imbuh Ananda.


Pada waktu yang hamper bersamaan Singapura juga menggelar ajang balap mobil F1. Meskipun penggemarnya beda, tapi orang bisa saja berpikir untuk menonton F1 karena harga akomodasinya lebih terjangkau. Dari pada nonton MotoGP meski di dalam negeri, tetapi harga akomodasinya mahal.


Terkait soal kekhawatiran harga akomodasi yang tinggi jelang ajang MotoGP Mandalika tersebut, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Loteng Lalu Moh. Hatta mengakui kalau persoalan tersebut hampir selalu muncul dan jadi polemik tahunan. Hal itu dikarenakan tingginya lonjakan permintaan akomodasi. Di satu sisi jumlah akomodasi yang tersedia, khususnya kamar hotel tidak seimbang peningkatannya, khususnya kamar hotel di sekitar area sirkuit.


Untuk bisa menambah ketersediaan akomodasi berupa kamar bisa dilakukan dengan menghadirkan area berkemah di sekitar kawasan sirkuit. Dan, itu bisa menjadi yang lebih terjangkau bagi penonton backpacker.


Sebagai langkah antisipasi, Pemprov NTB sebenarnya sudah mengambil langkah-langkah strategis. Misalnya, dengan menerbitkan Pergub. NTB No. 9 Tahun 2022 yang mengatur batas atas kenaikan tarif akomodasi berdasarkan zona. Di mana untuk zona sekitar kawasan The Mandalika, pengusah hotel boleh menaikkan harga kamar maksimal naik tiga kali lipat. Sementara untuk area Kota Mataram dan sekitarnya, dua kali lipat. Dan, satu kali lipat di daerah penyangga lainnya.


“Ke depan untuk mengoptimlkan pengawasan soal harga kamar ini, Pemprov dan Pemkab Loteng akan membentuk Satgas Pengaduan dan Pengawasan. Guna memantau langsung agar hotel dan penyedia transportasi agar tidak mematok harga di luar ketentuan,” ujarnya. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO