BerandaEKONOMIKeluarga PMI Diedukasi Bijak Gunakan Kiriman Uang dari Luar Negeri

Keluarga PMI Diedukasi Bijak Gunakan Kiriman Uang dari Luar Negeri

Selong (Suara NTB) – Banyak pekerja migran Indonesia (PMI) berhasil memperoleh penghasilan yang lebih baik di luar negeri. Namun, tanpa pengelolaan keuangan yang tepat, remitansi atau uang kiriman dari luar negeri kerap habis untuk kebutuhan konsumtif dan tidak memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga.


Kondisi itu mendorong Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui Direktorat Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, International Organization for Migration (IOM), dan Saver Global menggelar pelatihan Smart Budgeting bagi purna PMI dan keluarga PMI di Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu, 27 Juni 2026.


Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan yang mengajarkan cara menyusun anggaran, mengelola pemasukan dan pengeluaran, membangun tabungan serta dana darurat, hingga memilih investasi yang aman dan menghindari penipuan berkedok investasi.


Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi KP2MI, Dr. Ramadhan NA, mengatakan tujuan bekerja ke luar negeri bukan sekadar memperoleh penghasilan, tetapi juga membangun kesejahteraan keluarga melalui pengelolaan keuangan yang baik.


Peserta juga diperkenalkan dengan Aplikasi Saver Learning yang dikembangkan Saver Global. Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat langsung mempraktikkan penyusunan anggaran sesuai kondisi keuangan masing-masing sehingga lebih mudah menentukan prioritas kebutuhan dan merencanakan masa depan keluarga.


Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta. Nilai rata-rata peserta naik dari 70,38 persen sebelum pelatihan menjadi 79,60 persen setelah pelatihan atau meningkat sekitar 13,1 persen.


Kepala BP3MI NTB, Kadir, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, literasi keuangan menjadi bekal penting agar hasil kerja PMI tidak habis untuk konsumsi semata, tetapi dapat menjadi modal meningkatkan kesejahteraan keluarga.


“Harapannya uang yang dikirim PMI dari luar negeri bisa dikelola dengan baik oleh keluarga. Begitu juga para purna PMI dapat merencanakan dan memanfaatkan penghasilannya secara lebih produktif sehingga benar-benar meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.


Melalui program ini, BP3MI NTB berharap semakin banyak keluarga pekerja migran yang mampu mengelola remitansi secara bijak, sehingga hasil bekerja di luar negeri tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi modal usaha, pendidikan, maupun investasi yang berkelanjutan. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO