Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, menemukan sebanyak 23 kasus HIV hingga bulan Juni atau semester pertama tahun 2026. Penderita HIV ini ditemukan pada pasien dengan rentan usai 20-60 tahun yang didominasi masyarakat dari luar wilayah Kabupaten Sumbawa.
“Memang ada 23 kasus HIV yang kita temukan dari 4.980 orang yang dilakukan skrining dengan kondisi pasien sehat dan tanpa gejala yang kita temukan di sejumlah kecamatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Sarip Hidayat pada, Senin (29/6).
Menurut dia, kasus HIV ini menjadi atensi karena masih saja ditemukan setiap tahunnya. Berdasarkan data dari tahun 2010 hingga bulan Juni tahun 2026, tercatat ada 423 kasus dan 111 kasus diantaranya meninggal dunia.
Penemuan kasus baru lanjut dia, tidak hanya karena kasusnya meningkat, melainkan aktifnya petugas medis melakukan kunjungan kepada masyarakat. Hal ini juga dilakukan untuk menekan penyebaran kasus, karena masyarakat yang mengidap HIV pasti akan tertutup, sehingga akan sangat sulit untuk dideteksi.
“Keaktifan kita menjadi faktor penting dalam meningkatkan temuan kasus tersebut,dengan intens turun ke masyarakat sehingga tingkat penyebarannya bisa ditekan,” sebutnya.
Selain melakukan upaya deteksi dini,pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan sekolah tentang penyakit menular tersebut. Selama ini kata Sarip, hasil pantauan di lapangan, masyarakat masih belum begitu paham terkait penyakit yang mematikan ini.
“Kita tetap memberikan pengarahan kepada masyarakat dan sosialisasi ke sekolah-sekolah, sekaligus pekerja hiburan malam. Sehingga angka penderita baru ini bisa semakin kita tekan,” ujarnya.
Disinggung terkait rentang usia yang paling banyak mengidap penyakit Sarif menyebutkan, berdasarkan data usia 20-29 tahun menjadi penyumbang tertinggi di kasus HIV. Penderita laki-laki juga menjadi penyumbang tertinggi dibandingkan perempuan.
“Kami akan terus masifkan sosialiasi kepada masyarakat terkait kasus tersebut, sehingga masyarakat lebih waspada dan kasus itu bisa terus ditekan, ” demikian kata Sarip. (ils)

