BerandaNTBSUMBAWAPembangunan Marina Sandro Pole, Pemkab Sumbawa Butuh Anggaran Rp15 Miliar

Pembangunan Marina Sandro Pole, Pemkab Sumbawa Butuh Anggaran Rp15 Miliar

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa, membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk merealisasikan pembangunan marina di Sandro Pole. Marina ini nantinya sebagai dermaga hub bagi kapal wisata yang akan melintas di perairan Sumbawa menuju Labuhan Bajo, NTT.

“Rata-rata untuk pembangunan marinanya sekitar Rp12 miliar, kalau kita kalkulasikan dengan uji kedalaman laut dan dokumen lainnya kita butuh anggaran sekitar Rp15 miliar,” kata Kabid Ekonomi dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah, Andi Kusmayadi dikonfirmasi pekan kemarin.

Andi melanjutkan, berdasarkan data untuk wisata premium ditaksir mencapai Rp37,8 triliun untuk pasar Yacht Asia Pasifik. Sementara yang masuk dalam koridor premium Bali-Lombok-Sumbawa dan Nusa Tenggara Timur (NTT) Labuhan Bajo mencapai Rp750 miliar.

“Kalau dermaga hub Sandro Pole terbangun kita bisa ambil sekitar 10 persen dari Rp750 miliar, kita bisa dapatkan sekitar Rp77,4 miliar per tahun,sehingga kami berikhtiar untuk merealisasikan pembangunan dermaga hub tersebut,” ujarnya.

Sandro Pole diyakini akan menjadi mooring atau tambatan kapal bagi para wisatawan yang akan menuju ke Labuhan Bajo. Posisi dermaga hub tersebut,sangat penting karena selama ini Sumbawa hanya dilintasi oleh wisatawan bukan untuk di singgahi.

“Marina Sandro Pole nantinya akan kita jadikan pintu masuk ke destinasi wisata yang ada di Sumbawa seperti Teluk Saleh dan Pulau Moyo,sehingga Sumbawa tidak hanya daerah perlintasan melainkan daerah tujuan,” ucapnya.

Dikatakan, dalam masterplan yang sudah disusun, selain Dermaga Hub Marina pemerintah juga menginisiasi terbangunnya beberapa kamar. Bahkan dari 20 hektar yang disiapkan di tahap pertama rencananya akan dibangun sekitar 64 kamar berkelas premium dan ultra premium bagi para wisatawan.

“Di tahap awal sekitar 20 hektar, program jangka panjangnya kita siapkan sekitar 150 hektar. Sehingga nantinya dermaga hub Sandro Pole ini menjadi destinasi wisata tujuan bukan lagi perlintasan,” tambahnya.

Lokasi Sandro Pole dijadikan dermaga hub karena posisinya sangat strategis di sejumlah destinasi wisata unggulan daerah. Seperti ke pulau Moyo, Teluk Saleh, pulau dangar termasuk wisata hiu paus yang saat ini tengah menjadi primadona wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sumbawa.

“Dari dermaga hub ini akan lebih dekat di destinasi wisata unggulan lainnya sebelum menuju Labuhan Bajo. Kalau kita bisa menggarap ini secara maksimal maka potensi bagi pariwisata daetah akan jauh lebih maksimal,” ujarnya.

Apalagi setiap tahunnya Kabupaten Sumbawa mengambil bagian di event Sail to Indonesia. Para yachter dari seluruh dunia nantinya akan singgah di kabupaten Sumbawa sebelum melanjutkan perjalanan. Jika dermaga hub bisa terbangun maka akan memberikan dampak ekonomi ke daerah. 

“Magnet kita tetap dengan Pulau Moyo dan Hiu paus dermaga hub ini nantinya akan menghubungkan ke destinasi tersebut. Peluang ini juga akan kita masukan di IPRO bank Indonesia 2026,” tambahnya. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO