BerandaHEADLINETerdampak Kekeringan, Ribuan KK di 15 Dusun Lobar Alami Krisis Air Bersih

Terdampak Kekeringan, Ribuan KK di 15 Dusun Lobar Alami Krisis Air Bersih

Giri Menang (Suara NTB) – Bencana kekeringan mulai melanda daerah Lombok Barat (Lobar). Terdapat ribuan jiwa warga yang tersebar di 15 dusun, lima desa di Lobar terdampak kekeringan. Pihak BPBD Lobar pun sudah menyalurkan puluhan ribu liter air bersih pada warga yang kena imbas kekeringan. Penyaluran air dilakukan berkoordinasi dengan sejumlah pihak.


Kepala Pelaksana BPBD Lobar melalui Kepala Bidang (Kabid) Darurat dan Logistik Toni Hidayat mengatakan bahwa lima desa di empat kecamatan terdampak kekeringan. Di antaranya, Desa Giri Tembesi, Desa Banyu Urip di Kecamatan Gerung. Desa Kuripan Selatan Kecamatan Kuripan. Desa Sekotong Barat dan Cendimanik, Kecamatan Sekotong. Dan Desa Persiapan Penanggak, Kecamatan Batulayar.


“Dusunnya ada 15 dusun (terdampak), yang sudah kami salurkan air 84 ribu liter kepada 2.370 Kepala Keluarga (KK),” sebut Toni, Senin (29/6/2026).


Toni mengatakan, melihat wilayah yang terdampak, status penanganan bencana kekeringan saat ini masih siaga. Penetapan status siaga bencana kekeringan ini melalui surat yang ditandatangani oleh Bupati, berlaku mulai 15 Juni sampai dengan 31 Agustus 2026.


Jika nantinya bencana kekeringan masif di wilayah Lobar, status penanganan bencana akan dinaikkan menjadi darurat bencana. Ditambah lagi adanya prakiraan dari BMKG bahwa akan ada badai el nino pada Juli hingga September 2026, pihaknya akan tetap siaga merespons permohonan dari desa maupun kecamatan.


Pendistribusian air bersih ini sendiri nanti berdasarkan usulan dari dusun melalu desa kemudian tim melalukan verifikasi.


Terkait kesiapan dari sisi anggaran penanganan kekeringan sendiri, BPBD mengaku belum ada. Anggaran bisa diajukan melalui BTT setelah penetapan status darurat bencana. Karena itu, pihaknya memaksimalkan kolaborasi dengan OPD dan mitra terkait dalam penanganan kekeringan ini. Kolaborasi itu antara lain dengan Damkar, Bank NTB Syariah, PAM Giri Menang untuk menyuplai air bersih ke warga.


Bedasarkan pengalaman bencana kekeringan sebelumnya, terjadi akhir Juli sampai September. Daerah yang terdampak sebanyak 27 desa. Mengantisipasi dampak yang lebih besar tahun ini, pihaknya berharap agar warga lebih efesien atau irit dalam memakai air. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO