BerandaNTBTraining of Tutor by MaLFI FOCAL 2026: Dari "Grammar Journaling" hingga "Academic...

Training of Tutor by MaLFI FOCAL 2026: Dari “Grammar Journaling” hingga “Academic Ethic”

Mataram (Suara NTB) – Mataram Lingua Franca Institute (MaLFI) telah menyelenggarakan Training of Tutor (ToT), sebagai salah satu rangkaian English Festival: FOCAL 2026, pada Rabu, 24 Juni 2026 lalu. Festival yang bertajuk Fun Learning in the Spirit of Community to Shine Globally ini mengadakan ToT bagi tutor bahasa Inggris, guru sekolah mata pelajaran Bahasa Inggris, serta mahasiswa tingkat akhir program studi Pendidikan Bahasa Inggris; serta Community Activity bagi pelajar jenjang SD hingga SMA sederajat.

Ketua Panitia, Ilda Karwayu, S.Pd., menjelaskan, pada ToT, terdapat wacana kesadaran guru atas pentingnya memahami esensi pengajaran bahasa Inggris, juga obrolan terkait titik berangkat para siswa dalam berlatih bahasa Inggris.

Dalam ToT TOEFL, para guru diajak berefleksi kembali tentang fungsi tes tersebut; mengapa setiap keahlian yang menjadi mata tes itu penting; bagaimana mencari cara belajar yang tepat. Di tengah itu semua muncul pula cerita di luar teknis pengajaran, yakni rasa kurang percaya diri. Para guru masih perlu meningkatkan rasa percaya dirinya. Untuk itu, mereka diminta memastikan: (1) seberapa paham dengan materi yang bakal diajarkan, serta (2) seberapa jauh mereka mengenal para siswa peserta ajar.

Issyatul Mardiah, salah satu pengampu ToT TOEFL menyampaikan bahwa, “Mengetahui siapa siswa Anda itu sangat penting, supaya kita–sebagai guru–bisa mengatur durasi belajar (apakah lebih panjang atau cukup sedikit) serta topik-topik materi yang diprioritaskan.”

Lulusan The Australian National University ini pun menjelaskan pentingnya grammar journaling yang guru tekankan kepada siswa. “Karena tes ini adalah tes akademik, maka siswa perlu memahami tata bahasa dengan lebih rinci. Mencatat sendiri apa yang sudah dipelajari itu penting supaya ingatannya lebih kuat,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, guru pun akan melakukan persiapan dengan lebih matang. Satu pengampu lainnya, Ilda Karwayu, menyebutkan bahwa melatih TOEFL sama artinya dengan menyiapkan diri untuk hidup di ruang akademik. “Kita perlu menajamkan academic ethic dalam diri, baik kita sebagai guru maupun kepada siswa yang nantinya akan mengambil TOEFL,” jelasnya.

Academic ethic dibentuk melalui kebiasaan berpikir kritis serta disiplin belajar–menjadikan aktivitas membaca sebagai kebutuhan sehari-hari. “Listening dan Reading Comprehension perlu dilatih melalui bacaan akademik berbahasa Inggris (US), sedangkan Structure and Written Expression bisa melalui grammar journaling yang tadi sudah disebutkan Miss Issya,” terangnya.

Meskipun bahasa Inggris masih menjadi bahasa asing di Indonesia, dan kehadirannya di sekolah-sekolah negeri itu seringkali timbul-tenggelam, tapi nyatanya ia semakin penting. Sebab nyaris di seluruh perguruan tinggi di negara ini mulai menjadikan TOEFL sebagai syarat kelulusan atau bahkan syarat  masuk. Selain itu, bahasa Inggris sebagai lingua franca–bahasa dunia–masih pula diperlukan bagi kita demi mengasup pengetahuan yang lebih luas; yang hingga saat ini ditulis dalam bahasa Inggris.

Maka, MaLFI, sebagai salah satu lembaga bahasa Inggris di Mataram, akan terus mengadakan program-program terkait. Pada English Festival: FOCAL 2026, kami berucap banyak terima kasih kepada segenap bidang usaha, komunitas, serta media yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini: Gramedia Lombok, Tone Up Coffee Mataram, UD Istana Copy Center, Dende Sleepwear, Lesehan Taliwang Nada, Yayasan Inspirasi Lombok Berkarya, Yayasan Saling Jaga Indonesia, Komunitas Rumah Baca Nusa, Komunitas Esensi, Clone Media, Pick A Pict, serta Suarantb.com. (r)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO