BerandaNTBKOTA MATARAMKecamatan Cakranegara Petakan Wilayah Rawan DBD

Kecamatan Cakranegara Petakan Wilayah Rawan DBD

PEMERINTAH Kecamatan Cakranegara mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan memperkuat koordinasi bersama seluruh pemerintah kelurahan, puskesmas, kepala lingkungan, dan kader kesehatan.

Langkah ini dilakukan untuk memetakan wilayah yang berpotensi terjadi penularan DBD sekaligus mengoptimalkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di tengah kondisi anomali cuaca yang masih berlangsung.

Pemetaan kasus dilakukan sebagai dasar dalam menentukan prioritas pelaksanaan PSN di setiap kelurahan. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap potensi penyebaran DBD dapat ditekan sejak dini sebelum berkembang menjadi kejadian luar biasa.

Camat Cakranegara, Irfan Syafindra Soeratie, mengatakan koordinasi lintas sektor menjadi strategi utama dalam mengantisipasi peningkatan kasus DBD. Selain melibatkan pemerintah kelurahan, pihaknya juga berkoordinasi dengan puskesmas untuk menyusun jadwal PSN secara berkala serta memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Yang sudah kami lakukan adalah meminta seluruh lurah mendata kasus DBD yang ada di wilayahnya. Setelah itu dilakukan koordinasi dengan puskesmas untuk menyusun jadwal pelaksanaan PSN,” ujarnya, Rabu (1/7).

Menurut Irfan, seluruh kelurahan saat ini telah mulai menyusun jadwal pelaksanaan PSN dengan memprioritaskan wilayah yang memiliki riwayat kasus DBD. Kegiatan tersebut tidak hanya difokuskan pada pemeriksaan jentik nyamuk di rumah-rumah warga, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar rutin menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta melakukan langkah pencegahan lainnya.

Berdasarkan laporan sementara, Kelurahan Cakranegara Utara menjadi wilayah yang mencatat peningkatan jumlah kasus DBD dibandingkan kelurahan lainnya. Namun, menurut Irfan, peningkatan tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan karena kasus terjadi pada waktu yang berbeda dan bukan dalam satu periode bersamaan.

“Kasus di Cakranegara Utara tidak terjadi dalam periode yang sama. Dalam tiga bulan terakhir tahun 2026 tercatat sekitar tujuh hingga delapan kasus. Jadi belum menunjukkan lonjakan yang signifikan,” jelasnya.

Meski demikian, Pemerintah Kecamatan Cakranegara tetap meningkatkan kewaspadaan. Identifikasi wilayah rawan terus dilakukan sebagai dasar penyusunan langkah-langkah pencegahan yang lebih tepat sasaran.

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada kepala lingkungan, kader kesehatan, maupun puskesmas apabila menemukan jentik nyamuk atau ada warga yang menunjukkan gejala DBD. Pelaporan dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga penyebaran penyakit dapat dicegah.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari sarang nyamuk,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO