BerandaNTBKOTA MATARAMKelurahan Pejanggik Gencarkan Pencegahan DBD

Kelurahan Pejanggik Gencarkan Pencegahan DBD

PEMERINTAH Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, meningkatkan upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) menyusul perubahan musim kemarau yang disertai anomali cuaca. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, terlebih setelah muncul laporan sejumlah kasus DBD di beberapa wilayah lain di Kota Mataram.

Lurah Pejanggik, Mahnum, mengatakan hingga saat ini wilayahnya masih dalam kondisi terkendali. Meski demikian, pemerintah kelurahan memilih melakukan langkah antisipatif agar penyebaran penyakit tidak terjadi di lingkungan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak muncul tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD,” ujarnya, Minggu (5/7).

Menurut Mahnum, upaya pencegahan terus dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dengan melibatkan kader di masing-masing lingkungan. Para kader berperan menyampaikan informasi mengenai pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN), sekaligus mengajak warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Ia menjelaskan, langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara rutin dapat menekan risiko penyebaran DBD. Masyarakat diimbau menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat seluruh wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air hujan dan sarang nyamuk.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, warga juga diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin. Bagi masyarakat yang memenuhi syarat, pemerintah juga mendorong pemanfaatan layanan vaksin dengue yang tersedia di puskesmas sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai bentuk aksi nyata, Pemerintah Kelurahan Pejanggik akan menggelar kegiatan gotong royong pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Kecamatan Mataram, anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dari masing-masing kelurahan, kader kesehatan, serta unsur masyarakat.

Fokus kegiatan gotong royong adalah membersihkan saluran air, memangkas semak-semak, mengangkut sampah, dan menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Pembersihan akan dipusatkan di dua lokasi, yakni kawasan Kali Kecil di Jalan Pariwisata dan area Kelompok Wanita Tani (KWT) Gempur Majeluk.

Mahnum mengajak seluruh kader yang tidak memiliki agenda pada hari pelaksanaan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

“Gotong royong ini menjadi bagian dari upaya bersama menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga potensi penyebaran DBD dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO