BerandaNTBKOTA MATARAMMataram Menargetkan Pertahankan Predikat Kota Inovatif

Mataram Menargetkan Pertahankan Predikat Kota Inovatif

Mataram (Suara NTB) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Mataram menargetkan mampu mempertahankan predikat “Kota Sangat Inovatif” dalam ajang Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Predikat tersebut telah berhasil diraih Kota Mataram selama dua tahun berturut-turut, sehingga tahun 2026 menjadi momentum untuk mencatatkan hattrick sebagai daerah dengan tingkat inovasi terbaik di tingkat nasional.

Untuk mendukung target tersebut, Brida kembali menggelar Lomba Inovasi Daerah yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-33 Kota Mataram pada Agustus 2026. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala BRIDA Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, mengatakan penyelenggaraan lomba inovasi daerah menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menumbuhkan budaya berinovasi di seluruh sektor. Menurutnya, keberhasilan meraih predikat Kota Sangat Inovatif tidak hanya ditentukan oleh banyaknya inovasi yang dihasilkan, tetapi juga manfaat dan keberlanjutan inovasi tersebut.

“Kota Mataram sudah dua tahun terakhir terpilih sebagai kota sangat inovatif. Karena itu, setiap tahun kami rutin menyelenggarakan lomba inovasi daerah agar predikat tersebut dapat terus dipertahankan,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, lomba tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum, termasuk tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pelaku usaha, komunitas, hingga individu yang memiliki gagasan atau terobosan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Antusiasme peserta pada tahun ini cukup tinggi. Hingga awal Juli, tercatat sebanyak 218 inovasi telah didaftarkan. Namun, seluruh usulan akan melalui proses verifikasi dan kurasi sehingga hanya sekitar 182 inovasi yang memenuhi persyaratan administrasi dan substansi untuk mengikuti tahapan penilaian.

Menurut Suwandiasa, proses seleksi mengacu pada sekitar 20 indikator penilaian yang telah ditetapkan oleh tim dari Kemendagri. Berbagai indikator tersebut mencakup sektor pelayanan publik, seperti ketenteraman dan ketertiban umum, kebersihan lingkungan, sosial, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, tata kelola pemerintahan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Selain harus memenuhi indikator tersebut, setiap inovasi juga wajib menunjukkan unsur kebaruan, kemudahan untuk diterapkan, efektivitas dalam menyelesaikan persoalan, serta memiliki peluang untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“Yang paling utama adalah apakah inovasi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan memiliki keberlanjutan. Itu menjadi aspek yang paling penting dalam penilaian,” katanya.

Berdasarkan data Brida, sektor pendidikan masih menjadi penyumbang inovasi terbanyak pada pelaksanaan lomba tahun ini. Sebagian besar inovasi berasal dari para guru yang mengembangkan berbagai metode pembelajaran, media pendidikan, maupun sistem pelayanan di lingkungan sekolah. Setelah sektor pendidikan, kontribusi inovasi terbesar berasal dari bidang kesehatan yang banyak menghadirkan terobosan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh inovasi yang lahir dari kompetisi tersebut tidak berhenti sebatas perlombaan, tetapi benar-benar diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi daerah merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya saing Kota Mataram di tingkat nasional.

Melalui konsistensi penyelenggaraan lomba inovasi setiap tahun, Brida optimis budaya inovasi akan semakin mengakar di lingkungan pemerintah maupun masyarakat. Dengan demikian, target mempertahankan predikat Kota Sangat Inovatif sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dapat tercapai. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO