Selong (Suara NTB) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur (Lotim) mencatat capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) masih sangat rendah. Kepala Dukcapil Lotim, Parihin, mengungkapkan, dari total 1,4 juta pemilik KTP, baru sekitar lebih dari 6.000 warga yang mengaktivasi IKD. Angka ini hanya setara dengan 6 persen, masih jauh dari target nasional sebesar 15 persen.
Meskipun capaian IKD di Lotim terbilang tertinggi di NTB, Parihin mengakui bahwa adopsi digital ini masih sangat bergantung pada kebutuhan pengguna, karena masih banyak layanan publik yang menggunakan sistem manual. Pengguna IKD saat ini didominasi oleh kalangan pelajar SMA dan generasi milenial.
Untuk mengejar ketertinggalan, Dukcapil Lotim menyasar keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan melakukan sosialisasi masif, termasuk turun ke sekolah-sekolah serta menyebarkan brosur. Layanan aktivasi telah tersedia di 21 UPTD Dukcapil, Mal Pelayanan Publik (MPP), dan bisa dilakukan dengan program jemput bola. Parihin menargetkan minimal 50-100 orang melakukan aktivasi setiap hari agar target nasional segera tercapai.
Selain itu, Dukcapil juga masih menyisir sekitar 7-8 ribu warga, mayoritas anak berusia 17 tahun dan lansia di pelosok, yang belum melakukan perekaman KTP-el. Pihaknya mengimbau masyarakat segera datang ke kantor Dukcapil atau UPT terdekat untuk aktivasi IKD dan mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan proses aktivasi. (rus)

