PEMERINTAH Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, memastikan hingga pertengahan tahun 2026 belum ditemukan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya. Meski kondisi tersebut cukup menggembirakan, pemerintah kelurahan tidak ingin lengah. Berbagai upaya pencegahan terus diperkuat melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang melibatkan kader kesehatan, kepala lingkungan, dan masyarakat.
Lurah Dayan Peken, Mujtahidin, mengatakan kegiatan PSN dilaksanakan secara rutin melalui gotong royong di seluruh lingkungan. Selain membersihkan fasilitas umum, masyarakat juga didorong untuk menjaga kebersihan rumah masing-masing dengan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Kami melaksanakan gotong royong secara masif di lingkungan maupun di rumah masing-masing,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam mencegah penyebaran DBD. Sebab, sebagian besar tempat berkembang biaknya nyamuk justru berada di sekitar lingkungan rumah. Barang-barang bekas seperti botol, kaleng, ember, baskom, pot bunga, hingga wadah penampung air yang tidak digunakan sering kali luput dari perhatian. Ketika hujan turun, benda-benda tersebut dapat menampung air dan menjadi lokasi ideal bagi jentik nyamuk untuk berkembang.
Mujtahidin menjelaskan, sepanjang tahun 2025 pihaknya hanya menerima laporan satu kasus DBD. Setelah laporan diterima, pemerintah kelurahan langsung berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk melakukan penanganan terhadap pasien sekaligus melaksanakan langkah-langkah pencegahan di sekitar lokasi, seperti penyebaran bubuk Abate, pemeriksaan jentik, serta pelaksanaan PSN bersama warga.
Menurutnya, respons cepat tersebut penting dilakukan agar penyebaran penyakit tidak meluas ke lingkungan sekitar. Kolaborasi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat menjadi kunci dalam memutus rantai penularan DBD.
Sementara itu, hingga pertengahan tahun 2026, Pemerintah Kelurahan Dayan Peken belum menerima laporan adanya kasus DBD. Kondisi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan melalui partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Tahun lalu hanya satu kasus. Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada laporan kasus DBD. Semoga kondisi ini tetap terjaga dan masyarakat terus memperhatikan kebersihan lingkungannya,” katanya.
Untuk mempertahankan capaian tersebut, pihak kelurahan terus mengoptimalkan peran kepala lingkungan dan kader kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya PSN.
Selain itu, masyarakat diimbau segera melaporkan kepada pemerintah kelurahan atau puskesmas apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, muncul bintik-bintik merah pada kulit, maupun tanda-tanda lain yang mengarah pada penyakit tersebut. Dengan pelaporan dan penanganan sejak dini, risiko penyebaran maupun komplikasi akibat DBD diharapkan dapat diminimalkan. (pan)

