Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa, menggandeng akademisi untuk melakukan seleksi terhadap beberapa desa yang memiliki calon kepala desa (Kades) lebih dari lima orang. Hal ini sebagaimana yang diamanatkan di dalam Peraturan Bupati (Perbup).
“Total calon Kades yang sudah mendaftar hingga saat ini berjumlah 72 orang dengan rata-rata per desa memiliki dua sampai 7 orang calon. Proses pendaftaran juga masih terbuka sebelum ditutup pada bulan Agustus mendatang,” kata Kabid Administrasi Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sumbawa, Hendra Irawan dikonfirmasi pada, Rabu (8/7).
Hendra melanjutkan, jika di rata-ratakan masing-masing desa memiliki dua calon dan yang paling banyak desa Dete sebanyak 7 orang calon kepala desa. Khusus untuk desa yang memiliki calon lebih dari lima calon yakni Desa Nijang sebanyak 6 orang, Dete 7 orang calon dan Karang Dima 6 orang.
Tahapan Pilkades terus berjalan sejak Februari-7 September mendatang. Banyaknya calon kepala desa ini kata dia, tentu sangat disambut baik pemerintah di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh desa.
“Banyaknya juga calon yang memasukkan berkas untuk Pilkades di 20 desa tersebut. Bahkan di Kecamatan Lenangguar di Desa Telaga ada 4 calon kepala desa yang akan bertarung nantinya,” jelasnya.
Disinggung terkait akademisi yang digandeng di tahap seleksi tersebut, hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut. Keterlibatan akademisi di tahap seleksi itu dilakukan untuk menekan adanya tendensi politik ke calon tertentu,sehingga di pelaksanaanya tidak terjadi hal yang diinginkan.
“Tahapan seleksi baru akan kita lakukan pada saat calon-calon kades tersebut, ditetapkan oleh panitia Pilkades. Karena pendaftaran masih dibuka potensi bertambah dan berkurangnya bisa terjadi,” timpalnya.
Ia menambahkan dari 20 desa yang melaksanakan Pilkades serentak, tercatat sekitar 73 lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Untuk Daftar Pemilik Tetap (DPT) laki-laki mencapai 15.963 dan perempuan 16.528 orang dengan total DPT 32.491 jiwa.
Pelaksanaan Plkades tahun ini, pihaknya akan menggandeng Bawaslu dan KPU. Hal itu dilakukan untuk memperkuat proses demokrasi di tingkat desa termasuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan.
“Ini yang menjadi hal baru menggandeng Bawaslu dan KPU, karena belum pernah dilakukan. Kami ingin memperkuat tata kelola demokrasi melalui sosialisasi dan pemantapan tata cara pelaksanaan Pilkades,” ujarnya.
Adapun 20 desa yang akan menggelar Pilkades serentak pada 7 September 2026 yakni Desa Telaga, Desa Dete, Desa Padesa, Desa Ai Mual, Desa Sepukur (Penjabat), Desa Pemasar, Desa Ranan, Desa Bunga Eja, Desa Pamanto (Penjabat). Desa Jotang Beru (Penjabat), Desa Pidang, Desa Banda, Desa Mapin Beru Selatan, Desa Karang Dima, Desa Labuhan Ijuk, Desa Nijang, Desa Tatede, Desa Rhee, Desa Prode I dan Desa Labangka (Penjabat). (ils)

