Mataram (Suara NTB) — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK NTB 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi NTB, untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan. Sejalan dengan visi tersebut, masyarakat diimbau mulai meninggalkan anggapan atau stigma sekolah unggulan atau favorit.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi menegaskan, seluruh SMA dan SMK negeri di bawah kewenangan Pemprov NTB, mendapatkan perlakuan, fasilitas, serta perhatian yang setara. Karena itu, ia berharap orang tua dapat menerima hasil SPMB dengan lapang dada meskipun anaknya tidak lolos di sekolah yang selama ini dianggap favorit.
“Harapan kita wali murid juga legowo kalau memang tidak terserap di sekolah yang dianggap bagus itu. Sebenarnya posisi kami, sekolah itu sama saja dan kita berikan perlakuan yang sama,” tegas Syamsul.
Menurut Syamsul, stigma sekolah favorit selama ini lebih dipengaruhi oleh kualitas input atau kemampuan akademik siswa yang memang sudah unggul sejak awal, bukan karena adanya perbedaan kualitas guru maupun layanan pendidikan.
Ia menilai, guru-guru berprestasi saat ini justru sudah tersebar merata di berbagai sekolah, termasuk sekolah yang berada di kawasan pinggiran Kota Mataram. Oleh sebab itu, Dikpora NTB berkomitmen untuk mewujudkan pemerataan mutu pendidikan, agar seluruh SMA dan SMK negeri memiliki kualitas yang setara.
Sebagai langkah konkret, pihaknya akan memberikan perhatian dan prioritas lebih kepada sejumlah sekolah yang saat ini masih memiliki daya tampung besar. Sekolah tersebut antara lain SMAN 9 Mataram, SMAN 10 Mataram, dan SMAN 11 Mataram, yang diproyeksikan menjadi pilar penting dalam strategi pemerataan mutu di Kota Mataram.
“Saya akan dorong dan kawal sekolah itu supaya ke depan lebih maju, tidak kalah dengan sekolah yang dianggap favorit. Kita berikan prioritas agar mutunya merata,” ujarnya.
Melalui peningkatan sarana, pemerataan tenaga pendidik, dan pembinaan yang berkelanjutan, Syamsul optimis kualitas sekolah-sekolah pinggiran ini akan terus meningkat hingga mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang sudah lama menyandang label favorit.
Ke depan, pemerintah juga menargetkan seluruh SMA dan SMK negeri di NTB, mampu mendongkrak prestasi lulusannya,terutama dalam menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Dengan pelaksanaan SPMB SMA/SMK NTB yang berintegritas, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan kualitas antara sekolah di pusat kota dan di wilayah pinggiran. Masyarakat pun diimbau untuk tidak lagi terpaku pada label sekolah, melainkan memilih sekolah yang paling sesuai dengan domisili, potensi, dan kebutuhan anak. (sib)

