Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola penanganan sampah yang masih berstatus zona hitam. Basis temuan itu berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan pemerintah di Tempat Pengolahan Akhir Raberas dan Lekong.
“Memang status kita masih zona hitam penanganan sampah, tetapi kami terus berkomitmen untuk memperbaiki tata kelolanya, terutama pembenahan saluran lindi, pipa gas, dan penutupan berkala TPA,” kata Fungsional Kajian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Sumbawa, Aryan Perdana Putra, kepada Suara NTB, Kamis (9/7).
Aryan melanjutkan, selain itu perbaikan terhadap zona aktif dan pasif di kedua TPA tersebut, juga terus dilakukan pemerintah dan termasuk alat pengujian air lindi. Terhadap temuan tersebut, pihaknya sudah melakukan perbaikan lebih lanjut dan sudah dilaporkan secara berkala ke kementerian terkait.
“Saat ini kita sudah masuk untuk pelaporan tahap ketiga, kalau untuk laporan tahap pertama dan kedua sudah kita lakukan penyusunan rencana penghentian open dumping dan sudah diterima kementerian,” ucapnya.
Aryan menyebutkan beberapa faktor yang mengakibatkan kategori Sumbawa masuk dalam pengawasan zona hitam penanganan sampah. Tentu yang penting dan utama adalah kebijakan dari segi penganggaran termasuk menyusun anggaran pengelolaan sampah.
Selain persoalan tersebut lanjut Aryan, jumlah pegawai yang dimiliki juga sangat terbatas dan fasilitas penunjang lainnya, termasuk salah satunya UPTD yang bertugas dalam upaya penanganan sampah di masyarakat.
“Timbulan sampah di Sumbawa per hari hampir 300 ton dan sampah yang harus dikelola harusnya 63,4 persen tetapi posisi saat ini baru di angka 3,09 persen dan angka itu tetap menjadi atensi,” tambahnya.
Kekurangan sarana prasarana tersebut, tetap akan menjadi atensi untuk dituntaskan. Ia berharap agar dukungan anggaran untuk penanganan sampah bisa lebih dimaksimalkan, sehingga capaian penanganan sampah bisa lebih baik dibandingkan tahun 2025 lalu.
“Kita memperoleh nilai 20.58 atau berada dalam zona hitam kategori kota kotor di tahun 2025,sehingga kami berkomitmen untuk terus berbenah tentu dengan anggaran yang maksimal,” demikian kata dia. (ils)

