Selong (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mencatat jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) di Lotim selama periode Januari hingga Juni 2026 telah mencapai 982 kasus.
Angka ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Lalu Aries Fahrozi, menjawab Suara NTB usai melakukan pemantauan kegiatan skrining kesehatan di Desa Aikmel, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan skrining yang digelar hari ini difokuskan untuk mendeteksi dini penyakit TBC. Terutama pada kontak erat dan kontak serumah dari pasien TBC yang sudah terkonfirmasi. Hingga pukul 14.10 Wita, proses skrining terhadap puluhan warga masih berlangsung.
Dari total sasaran, tersisa 10 orang lagi yang menunggu giliran pemeriksaan. Hasil sementara menunjukkan bahwa dua orang terdeteksi sugestif TBC. Mereka akan segera menjalani pemeriksaan lanjutan dengan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk memastikan diagnosis.
Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Lalu Aries Fahrozi, menjelaskan, penyakit TBC disebabkan oleh bakteri dan penyebarannya sangat berbahaya karena ditularkan melalui udara, yaitu dari percikan droplet (ludah) yang dikeluarkan oleh penderita TBC positif saat batuk atau bersin. Meskipun angka kasus terbilang tinggi, ia menegaskan bahwa pengobatan TBC diberikan secara GRATIS oleh pemerintah kepada seluruh pasien.
Untuk menekan angka penularan, masyarakat diimbau untuk menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing. Langkah-langkah pencegahan ini dinilai krusial. Apalagi mengingat TBC masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Lombok Timur. Sejalan dengan upaya pemerintah daerah yang terus berkomitmen mempermudah akses pengobatan bagi warganya. (rus)

