BerandaNTBSUMBAWA BARATNama Sekda KSB Diduga Dicatut

Nama Sekda KSB Diduga Dicatut

Taliwang (Suara NTB) – Upaya penipuan melalui pesan singkat WhatsApp  dengan mencatut nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Hairul berhasil digagalkan.

Penipuan yang mengaku Sekda KSB itu menyasar pihak Bank NTB Syariah. Modusnya, meminta tolong kepada salah satu staf bank untuk difasilitasi melakukan transfer uang dengan sistem Real-Time Gross Settlement (RTGS) debet.

Layanan ini merupakan transfer dana antarbank yang digunakan untuk transaksi bernilai besar, karena dana akan langsung diproses dalam hitungan jam.

Terduga pelaku mengubah nama di WhatsApp menjadi Hairul Jibril dan memasang foto profilnya dengan foto Sekda berpakaian baju Korpri dengan menggunakan nomor +62 857-5362-6377.

“Iya benar. Ada yang mau mencoba melakukan penipuan ke Bank NTB Syariah mengatasnamakan saya lewat WA,” kata Sekda, Hairul saat dikonfirmasi, Rabu (15/7).

Kejadian itu sendiri berlangsung di hari Rabu (15/7) kemarin. Sekda baru mengetahui adanya upaya penipuan tersebut, setelah dihubungi oleh pihak Bank NTB Syariah. “Saya dihubungi langsung oleh pegawai bank yang menerima WA tersebut. Dan pegawai bank itu tahu bahwa itu penipuan dan tidak direspon,” katanya.

Sekda menyatakan,hanya memiliki satu nomor kontak. Karena itu, jika ada nomor lain yang menghubungi mengatasnamakan dirinya dipastikan bahwa itu adalah penipuan. “Apalagi kalau sudah ada permintaannya yang aneh-aneh. Pasti sudah itu penipu yang menghubungi,” cetusnya.

Selanjutnya Sekda mengimbau semua pihak agar berhati-hati dan tidak mudah percaya jika menerima pesan atau komunikasi bentuk lain melalu ponsel yang bernada permintaan. Terutama di kalangan ASN, modus-modus seperti itu kerap terjadi. “Maka kalau menerima chat aneh atau tidak lumrah misal dari pimpinan atau atasannya, kroscek dulu. Jangan langsung percaya,” tandasnya seraya menambahkan aksi penipuan via ponsel bisa terjadi kepada siapa saja.

“Masyarakat juga kami imbau hati-hati dengan penipuan lewat WhatsApp. Karena penipu itu punya banyak modus,” pungkas Sekda.(bug)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO