Mataram (Suara NTB) – Kehadiran Bale KITA sebagai ruang promosi dan pemasaran produk unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menunjukkan daya tariknya di tingkat nasional. Baru sepekan sejak diresmikan, rumah bersama bagi pelaku UMKM dan perajin NTB itu telah menjadi destinasi kunjungan sejumlah tokoh nasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Pada Kamis (16/7), Bale KITA menerima kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, jajaran Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, serta Ketua Dekranasda Provinsi Banten. Kehadiran para tamu tersebut menjadi sinyal bahwa konsep yang diusung Bale KITA dinilai mampu menghadirkan etalase produk lokal yang berkualitas, terkurasi, dan memiliki identitas kuat.
Didampingi Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, rombongan berkeliling melihat berbagai produk unggulan yang dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, kain tenun, hingga produk pangan olahan khas NTB. Sejumlah produk bahkan langsung menarik perhatian para tamu dan dibeli sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas karya para pelaku UMKM, di antaranya kain tenun, outer, kaus bertema Lombok, serta kerajinan hasil karya warga binaan.
Wamendagri, Bima Arya Sugiarto, mengapresiasi konsep Bale KITA yang dinilai berhasil menghadirkan produk-produk unggulan dalam satu ruang promosi yang representatif.
“Hari ini kita diajak melihat Bale KITA. Barang-barangnya keren-keren. Saya dapat kain, outer, kaus Lombok yang keren sekali. Kita mengapresiasi bagaimana seluruh tim di sini mengkurasi, mempromosikan, dan mendampingi teman-teman UMKM agar bisa naik kelas,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Bima Arya juga menunjukkan ketertarikan terhadap produk kerajinan hasil karya warga binaan yang dipamerkan di Bale KITA. Menurutnya, produk-produk tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan melalui konsep customized, sehingga mampu memberikan nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Apresiasi serupa datang dari Pengurus Dekranas Pusat, Yane Ardian Bima Arya. Ia menilai produk-produk yang dipamerkan di Bale KITA memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global karena telah melalui proses kurasi yang ketat.
“Senang sekali bisa berkunjung ke Bale KITA. Saya melihat langsung UMKM-UMKM yang kualitasnya sudah sangat baik dan membanggakan. Produk yang masuk ke sini telah melalui proses kurasi sehingga benar-benar menjadi showcase produk lokal yang memiliki daya jual tinggi dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain,” katanya.
Kunjungan tersebut juga menjadi momentum memperkuat jejaring kerja sama antardaerah. Ketua Dekranasda Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengungkapkan ketertarikannya mempelajari pola pembinaan UMKM yang diterapkan oleh Dekranasda NTB.
Menurutnya, Bale KITA menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah mampu menyediakan ruang bersama yang menghimpun produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota dalam satu pusat promosi yang terintegrasi.
“Kami ingin berkolaborasi dengan Dekranasda NTB, terutama dalam hal pembinaan UMKM. Bale KITA menjadi contoh yang baik bagaimana produk lokal yang telah dikurasi dapat menjadi oleh-oleh unggulan daerah. Semoga kolaborasi antardaerah seperti ini semakin memperkuat promosi produk Nusantara,” ujarnya.
Bagi Pemerintah Provinsi NTB, perhatian yang diberikan berbagai pihak terhadap Bale KITA menjadi dorongan untuk terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku UMKM dan perajin. Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mengaku bersyukur karena ruang promosi yang baru diresmikan itu telah memperoleh respons positif dari berbagai kalangan.
Ia menilai setiap kunjungan merupakan kesempatan berharga untuk menerima masukan demi menyempurnakan Bale KITA sebagai rumah bersama bagi UMKM dan perajin NTB.
“Saya bahagia sekali karena Bale KITA mendapat kunjungan dan masukan dari berbagai pihak. Kami banyak berdiskusi tentang bagaimana meningkatkan kualitas pembinaan kepada para perajin dan pelaku UMKM. Semoga dari kolaborasi ini, pengrajin-pengrajin kita semakin maju dan produk NTB semakin dikenal hingga tingkat dunia,” ujar Sinta.
Ia juga menegaskan bahwa Dekranasda NTB membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai daerah agar pengalaman, inovasi, dan praktik baik dalam pengembangan UMKM dapat saling dipelajari dan diterapkan.
Bale KITA merupakan pusat promosi dan pemasaran yang diresmikan oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri. Nama KITA merupakan akronim dari Kreatif, Inovatif, Terbuka, dan Autentik, yang mencerminkan semangat menghadirkan ruang bersama bagi produk-produk unggulan daerah.
Melalui sistem kurasi yang mengedepankan kualitas, keaslian karya, dan identitas lokal, Bale KITA diharapkan menjadi simpul baru dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif NTB. Tidak hanya sebagai pusat pemasaran, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas, membuka peluang kemitraan antardaerah, sekaligus memperkuat posisi produk-produk NTB di tingkat nasional hingga internasional. (ham)

