Mataram (Suara NTB) – Komisi X DPR RI mendorong penguatan anggaran kepemudaan sebagai langkah strategis mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mengatakan investasi terhadap pemuda tidak hanya difokuskan pada peningkatan kompetensi dan keterampilan. Tetapi juga harus diiringi dengan penguatan karakter, etika, akhlak, dan moral.
“Bonus demografi menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mempercepat pembangunan nasional. Karena itu penguatan anggaran untuk program kepemudaan ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Hadrian pada Senin (20/7).
Menurut Ketua DPW PKB NTB itu, bahwa bonus demografi merupakan sebuah peluang sekaligus juga menjadi tantangan apabila pemerintah tidak mampu menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
“Bonus demografi menjadi keuntungan bagi bangsa Indonesia. Sekaligus menjadi tantangan bagaimana generasi muda dipersiapkan melalui pendidikan karakter, etika, akhlak, dan moral agar mampu menghadapi perkembangan zaman yang begitu pesat,” katanya.
Lebih lanjut disampaikan anggota DPR RI dari dapil NTB 2 itu bahwa dia menilai pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai karakter.
Dikatakannya, penguasaan teknologi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dibarengi dengan integritas serta moral yang baik.
“Percuma pintar, percuma menguasai teknologi tetapi akhlaknya tidak baik, etikanya tidak baik,” tutur Lalu Hadrian.
Karena itu Komisi X DPR RI mendorong pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap anggaran pemberdayaan pemuda dalam pembahasan APBN mendatang.
Lalu Hadrian mengungkapkan kebutuhan anggaran sektor kepemudaan masih jauh dari memadai. Bahkan, dalam pagu indikatif, alokasi yang tersedia dinilai belum mampu menjawab kebutuhan program pengembangan generasi muda.
Hadrian berharap penguatan anggaran kepemudaan ke depan mampu melahirkan generasi muda Indonesia yang unggul, berdaya saing, serta siap menjadi motor penggerak pembangunan nasional di era bonus demografi. (ndi)

