BerandaNTBSUMBAWAPelajaran Bahasa Inggris Diterapkan di Sekolah Dasar

Pelajaran Bahasa Inggris Diterapkan di Sekolah Dasar

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia,akan mulai menerapkan mata pelajaran bahasa Inggris jenjang sekolah dasar (SD). Pembelajaran bahasa inggris dimulai bagi siswa-siswi kelas III.

“Jam mengajarnya tetap sama hanya mata pelajarannya saja yang ditambah yakni,bahasa Inggris. Kami anggap penerapan ini tidak ada masalah nantinya,” kata Menteri Dikdasmen RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti saat kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa pekan kemarin.

Ia melanjutkan, di dalam pelaksanaan untuk tenaga pendidik bahasa inggris tidak akan melalui kualifikasi khusus,melainkan hanya dilakukan pelatihan secara intensif terhadap para guru yang akan mengisi mata pelajaran tersebut. Pembelajaran bahasa Inggris di tingkat dasar hanya untuk mengenalkan saja bahasa Inggris. Kompetensi dalam proses ini anak-anak bisa memiliki pengetahuan tentang bahas Inggris dan sebagai alat komunikasi saja.

“Jadi, jangan dibayangkan di tingkat sekolah dasar akan belajar tata bahasa dan metode lainnya. Tetapi mata pelajaran ini hanya untuk pengenalan di tingkat dasar saja,” jelasnya.

Mu’ti menambahkan, materi pembelajaran hanya seputar kata-kata sehari-sehari seperti menanyakan kabar, ucapan salam dan meminta anak diam,sehingga guru yang akan mengampu mata pelajaran ini harus belajar secara ekstra atau memiliki keahlian berbahasa inggris.

“Jangan di fikrikan akan memberikan pelajaran yang sangat ilmiah untuk tahap dasar, melainkan hanya sebatas pengenalan saja. Sehingga anak-anak bisa mengetahui mata pelajaran bahasa Inggris,” tambahnya.

Tidak hanya mata pelajaran bahas Inggris kata dia, pembelajaran coding dan AI juga akan dilakukan pemerintah. Coding dan AI itupun tidak harus diajarkan kepada para siswa dengan cara ilmiah melainkan hanya sebatas pengenalan saja kepada para siswa agar mereka memiliki pengetahuan dasar.

“Jadi bapak ibu guru tetap bisa masuk sebagaimana bisanya tidak ada penambahan jam mengajar. Kalaupun ada tambahan mata pelajaran maka hal itu bisa disesuaikan nantinya di masing-masing sekolah,” timpalnya.

Menurut dia, mata pelajaran bahas inggris akan menjadi mata pelajaran wajib. Dengan menanamkan kemampuan bahasa inggris sejak dini bahwa pemerintah memiliki komitmen untuk membentuk generasi lulusan tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi memiliki daya saing di tingkat global.

Menurutnya, penguasaan bahasa internasional sejak dini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, memperluas wawasan global, serta menumbuhkan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan masa depan. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO