Sumbawa Besar (Suara NTB) – Atap gedung bangunan Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, ambruk sekitar pukul 11.00 WITA pada, Minggu (19/7). Ambruknya atap kantor ini, diduga akibat bangunan sudah berumur dan belum dilakukan peremajaan sejak selesai dibangun puluhan tahun yang lalu.
“Tadi ambruknya atap kantor sekitar pukul 11.00 WITA. Kejadian itu juga sudah kita laporkan ke kecamatan dan kabupaten dengan harapan bisa segera disikapi,” kata Kades Batu Bangka, H. Abdul Wahab, kepada Suara NTB melalui sambungan telepon.
Ia memastikan, ambruknya atap bangunan kantor desa tersebut, bukan karena angin maupun tertimpa pohon yang ada di sekitar kantor melainkan kejadian ini terjadi lantaran bangunan kantor yang sudah sangat tua, sehingga ambruk begitu saja.
“Langsung ambruk, tidak karena ketimpa pohon termasuk angin. Kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke pak Bupati dengan harapan bisa segera ditangani atas peristiwa tersebut,” ujarnya.
Untuk sementara ini kantor tersebut tidak akan digunakan untuk melayani masyarakat. Meskipun atapnya tidak ambruk semua, tetapi akan sangat beresiko jika tetap ada pelayanan di lokasi tersebut, karena sangat rawan terjadi ambruk susulan.
Wahab menyebutkan, pihaknya bersama dengan perangkat desa tengah mengamankan sejumlah peralatan kerja. Sementara untuk lokasi kantor sementara sampai saat ini belum diputuskan karena harus dilakukan musyawarah terlebih dahulu bersama BPD dan kecamatan.
“Kita musyawarah dulu bersama BPD tokoh masyarakat untuk kantor desa sementara. Kebetulan ada juga bangunan SKB yang berada di sekitar kantor desa untuk bisa kita manfaatkan sementara waktu,” jelasnya.
Ia berharap Pemkab Sumbawa dapat membantu untuk mempercepat pembangunan kantor desa yang baru. Lokasinya pun sangat strategis di depan jalan dengan harapan pembangunan kantor ini bisa dipercepat demi pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Ada kantor desa yang baru yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Kami berharap pemerintah bisa membantu untuk percepatan penyelesaian bangunan kantor baru agar pelayanan ke masyarakat tidak terganggu,” ujarnya. (ils)

